JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat membangun kolaborasi baru di bidang keamanan siber, dalam menjaga ruang digital dan memastikan fondasi transformasi digital nasional tetap tangguh.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa kolaborasi dengan negara yang memiliki keahlian dan pengalaman lebih baik di sektor digital menjadi langkah strategis agar Indonesia siap menghadapi risiko ancaman siber di ruang digital.
Berkaca dari terjadinya serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada 2024, Nezar menekankan pentingnya memiliki standar keamanan siber yang tinggi untuk setiap infrastruktur digital.
“Pengalaman Inggris sangat berharga, kami berharap kemitraan antara kedua negara dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan digital nasional," tutur Nezar dalam siaran resminya dikutip Jumat, 31 Oktober.
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, menyambut baik kemitraan strategis ini. Menurutnya, ancaman siber telah menciptakan tantangan sekaligus peluang kolaborasi antara kedua negara.
"Memperkuat ketahanan siber bukan sekadar prioritas teknis, melainkan keharusan strategis bagi kedua negara. Hal ini juga mendukung kemitraan strategis Inggris-Indonesia, sesuatu yang telah lama dijalin kedua negara," kata Matthew.
BACA JUGA:
Matthew menyatakan, Inggris siap mendukung transformasi digital di Indonesia melalui kolaborasi kedua negara dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kemitraan teknologi.
Sementara itu, Pemerintah juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber untuk memastikan seluruh infrastruktur digital penting yang dimiliki pemerintah dan swasta telah mengadopsi sistem keamanan siber yang memadai.