JAKARTA - Gedung putih mengumumkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengampuni pendiri bursa kripto Binance, Chengpeng Zhao, atas kasus pencucian uang yang melibatkan dirinya.
Zhao atau kerap disebut “CZ” mengundurkan diri sebagai pimpinan Binance, setelah perusahaan tersebut mengaku bersalah karena gagal menjalankan program anti-pencucian uang yang efektif dan membayar denda sebesar 4,3 miliar dolar AS (Rp71 triliun dengan kurs 16.500) pada 2023.
Zhao dituntut oleh pemerintahan Joe Biden dalam perang mereka melawan mata uang kripto. Pengampunan ini disebut sebagai upaya Trump untuk meningkatkan industri kripto di AS, dan menghapus kesalahan masa lalunya.
Deeply grateful for today’s pardon and to President Trump for upholding America’s commitment to fairness, innovation, and justice.
🙏🙏🙏🙏
Will do everything we can to help make America the Capital of Crypto and advance web3 worldwide.
(Still in flight, more posts to come.)…
— CZ 🔶 BNB (@cz_binance) October 23, 2025
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Zhao mengatakan ia "sangat berterima kasih atas pengampunan hari ini dan kepada Presiden Trump atas dukungannya terhadap komitmen Amerika terhadap keadilan, inovasi, dan keadilan."
Ia juga menambahkan, "Akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu menjadikan Amerika sebagai Ibu Kota Kripto.”
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Zhao juga telah mengakui kesalahannya pada November 2023 terkait pelanggaran terhadap ketentuan anti-pencucian uang Amerika Serikat.
Dakwaan terhadap Binance muncul akibat kegagalan mereka dalam mendaftarkan diri sebagai bisnis pengiriman uang dan pelanggaran lainnya yang berkaitan dengan Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA) dan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).