Bagikan:

JAKARTA - Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) di atas 125.000 dolar AS, tepatnya mencapai 125.687 dolar AS (Rp2,08 miliar) pada 5 Oktober.  

Kenaikan BTC ini mencerminkan optimisme yang meluas di bawah narasi "Uptober", yang secara historis menjadi bulan yang kuat untuk aset kripto. Sejak tanggal 1 Oktober, harga BTC telah melonjak lebih dari 8,50%.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menjelaskan bahwa rally ini bertepatan dengan berlanjutnya shutdown Pemerintah AS yang dimulai pada 1 Oktober 2025. 

Menurutnya, ketidakpastian politik dan potensi gejolak harga dolar AS memicu apa yang disebut analis JPMorgan sebagai "debasement trades", di mana investor bergegas mencari aset safe haven untuk melindungi nilai (hedge) terhadap risiko makro dan inflasi. 

“Pasar prediksi Polymarket bahkan menyarankan ada peluang lebih dari 60% bahwa shutdown akan berlangsung selama 10–29 hari, memberikan ruang bagi BTC untuk semakin bersinar sebagai penyimpan nilai,” kata Panji dalam pernyataannya. 

Selama lima hari perdagangan terakhir (29 Sep–3 Okt 2025), Panji melihat, ETF Bitcoin Spot mencatat arus masuk dana bersih senilai 3,24 miliar dolar AS, dengan tren peningkatan signifikan setiap harinya.

“Lonjakan terbesar terjadi pada 3 Oktober 2025 sebesar 985 juta dolar AS, mencerminkan meningkatnya minat investor memasuki kuartal IV,” jelasnya.