Bagikan:

JAKARTA - Cloudflare, perusahaan cloud konektivitas terkemuka, meluncurkan kapabilitas baru pada platform Zero Trust mereka, Cloudflare One, guna membantu organisasi mengadopsi dan menerapkan aplikasi AI generatif dengan aman.

Melalui fitur baru ini, Cloudflare memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk memahami, menganalisis, dan mengatur penggunaan AI generatif di seluruh tim, mulai dari keuangan hingga teknik.

“Saat ini, kami adalah satu-satunya perusahaan yang dapat menawarkan keamanan platform Zero Trust dengan rangkaian lengkap produk pengembangan AI dan inferensi—semuanya didukung oleh skala jaringan global," kata Matthew Prince, CEO dan salah satu pendiri Cloudflare.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah AI Security Posture Management (AI-SPM), yang memungkinkan tim keamanan melindungi organisasi dari potensi risiko akibat penggunaan AI secara luas.

Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:

  • Laporan Shadow AI: Memberikan visibilitas instan tentang aplikasi AI yang digunakan karyawan serta pola penggunaannya.
  • Perlindungan Shadow AI: Memungkinkan perusahaan memblokir aplikasi AI yang tidak disetujui, membatasi data yang diunggah, serta memastikan kepatuhan standar privasi.
  • Perlindungan Perintah AI: Mengidentifikasi interaksi berisiko dengan model AI, mencegah pengiriman data sensitif, dan memberi peringatan langsung kepada karyawan.
  • Kontrol Server MCP Zero Trust: Menyediakan dasbor terpusat untuk memantau dan mengatur semua lalu lintas panggilan alat MCP, serta memperkuat kebijakan keamanan berbasis pengguna.

Dengan inovasi ini, Cloudflare berharap bisa membantu perusahaan bisa memanfaatkan AI untuk bergerak, membangun, dan meningkatkan skala dengan cepat, tanpa mengorbankan keamanan. 

“Kami berada dalam posisi unik untuk membantu mendorong inovasi tersebut–dan membantu menghadirkan AI ke semua bisnis dengan aman,” tutup Matthew.