Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI), mengembangkan sistem pemantauan padi berbasis satelit radar untuk mendukung ketahanan pangan. 

Selain itu, teknologi ini dikembangkan untuk mengelola pertanian secara modern. Hal ini dinilai perlu dilakukan agar sektor pertanian di Indonesia dapat terus berkembang dan tidak tertinggal dari negara-negara lainnya. 

Pemanfaatan teknologi ini disampaikan oleh Hengki Muradi, seorang Peneliti Ahli Pertama dari Kelompok Riset Digital Government, PRSDI. Ia menjelaskan bahwa pemodelan fase pertumbuhan padi dilakukan dengan memanfaatkan machine learning.

BRIN juga memanfaatkan data dari satelit radar Sentinel-1, Sentinel-2, dan Landsat-8 digunakan untuk mengklasifikasi dan memprediksi fase pertumbuhan padi. Metode yang digunakan termasuk Random Forest (RF) dan Support Vector Machine (SVM).

“Penerapan supervised machine learning mampu memberikan hasil yang signifikan dalam pemantauan pertumbuhan padi berbasis penginderaan jauh,” ujar Hengki saat mengunjungi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung beberapa waktu lalu, dikutip pada Selasa, 2 September. 

Selain itu, Hengki juga menyebutkan tentang integrasi data satelit optik dan radar serta eksplorasi metode secara deep learning. Proses pengambilan data ini dibantu oleh Google Earth Engine, RGIS, dan QGIS.

Sejalan dengan hal tersebut, Satrio Adi Priyambada, Peneliti Ahli Muda di PRSDI, juga menjelaskan riset lainnya yang mereka lakukan. Sebagai bagian dari Kelompok Riset Knowledge Data dan Engineering, Satrio mengembangkan riset khusus bersama Pusat Riset Antariksa di BRIN.

Melalui kolaborasi ini, kedua tim mengembangkan Daily F-Layer Critical Frequency (foF2) Values Extraction untuk dimanfaatkan ke dalam satelit. Nantinya, teknologi ini akan digunakan untuk mendukung aplikasi komunikasi radio dan monitoring ionosfer.

"Kami melakukan identifikasi rentang frekuensi radio yang dapat digunakan untuk mendukung komunikasi HF (high-frequency) serta pemantauan cuaca antariksa dengan mengembangkan metode ekstraksi otomatis foF2 dari citra FTI," jelas Satrio.