Bagikan:

JAKARTA – Elon Musk mengumumkan kehadiran versi Grok lamanya di open source atau sumber terbuka. Model Grok 2.5, yang rilis tahun lalu, kini dapat diakses di platform Hugging Face.

Ini merupakan keputusan yang baik, khususnya bagi para pengembang. Grok 2.5 merupakan salah satu model Kecerdasan Buatan (AI) tercanggih yang pernah xAI, perusahaan Musk, rilis dan banyak yang tertarik dengan model ini.

Dengan dirilisnya versi ini, para pengembang dan peneliti kini bisa mengakses, mempelajari, dan memodifikasi bobot model yang membentuk Grok 2.5. Para pegiat teknologi kini juga bisa mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki bug, hingga menciptakan aplikasi dengan Grok 2.5.

Menariknya, ini bukan satu-satunya model AI open source yang dihadirkan xAI. Musk menyatakan dalam postingannya bahwa, "(Grok 3) akan dibuat sumber terbuka dalam waktu sekitar 6 bulan."

Jika Anda mengharapkan model yang lebih baru, Anda perlu menunggu lebih lama lagi. Grok 4 masih menjadi model AI tertutup dan ini mungkin akan berlangsung hingga versi Grok berikutnya diluncurkan. 

Saat ini, xAI masih menonjolkan kemampuan model Grok 4. Bahkan, Musk menggambarkan Grok 4 sebagai ‘AI pencari kebenaran secara maksimal’ untuk menunjukkan kemampuannya dalam memberikan respons.

Grok 4 diyakini memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Meski begitu, model AI ini sempat menimbulkan kontroversi beberapa waktu lalu karena memberikan jawaban atas pertanyaan yang sensitif.

Chatbot tersebut dituduh memiliki kecenderungan terhadap teori konspirasi ‘genosida kulit putih’ dan meragukan jumlah korban Holocaust. AI itu juga menggambarkan dirinya sebagai "MechaHitler."