JAKARTA – Axis Communication, perusahaan penyedia solusi video dan audio berbasis jaringan, meluncurkan Solution Center di Indonesia. Ini merupakan fasilitas pertama yang mereka luncurkan di Tanah Air.
Johny Dermawan, National Sales Manager Indonesia Axis Communication, mengatakan bahwa fasilitas ini mungkin mengalami perluasan di masa depan. Harapannya, fasilitas ini tak hanya tersedia di Jakarta, tetapi juga di kota lain.
Axis Solution Center merupakan fasilitas yang berfungsi sebagai galeri teknologi yang menampilkan inovasi terkini. Fasilitas ini disediakan untukk menjawab tantangan berbagai sistem keamanan yang dihadapi oleh distributor, reseller, dan end customer.
BACA JUGA:
Di fasilitas ini, Axis Communication juga akan menampilkan berbagai solusi yang mereka miliki. Pengunjung dapat melihat kamera jaringan, audio jaringan, interkom jaringan, solusi manajemen video, analitik, dan masih banyak lainnya.
Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki Axis Solution Center di Asia Tenggara. Selain ada di Indonesia, fasilitas tersebut ada juga di Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Selain itu, fasilitas ini dapat di temukan di Australia, Jepang, hingga India.
"Tujuan utama (dari pembangunan Axis Solution Center) adalah bagaimana kita dapat membantu mitra kita, partner bisnis kita, dan juga pelanggan corporate kita untuk bisa merasakan secara hands-on langsung solusi dan inovasi dari Axis," kata Johny.
Selama peresmian fasilitas galeri teknologi ini, Axis Communicationjuga menjelaskan berbagai solusi yang mereka tawarkan. Salah satu produk yang mereka kembangkan adalah video pengawas. Produk ini dapat digunakan untuk memantau area dengan risiko yang tinggi.
Tujuannya adalah untuk menghindari berbagai ancaman, baik manusia, objek, dan lainnya. Misalnya, seperti teknologi jaringan kamera PTZ Axis yang dimanfaatkan oleh Alert Wildfire di California. Jaringan ini digunakan untuk melacak kebakaran hutan, mengidentifikasi titik api, hingga memantau kebakaran dalam skala besar.
Pada dasarnya, Axis Communication berusaha menyajikan teknologi yang dapat mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi di masa depan, bukan hanya untuk melihat apa yang sudah terjadi di waktu sebelumnya.
Dengan begitu, seluruh data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk memantau, mengelol, atau melancarkan operasional perusahaan. Misalnya, untuk mencegah suatu teknologi mengalami overheat, jaringan kamera ini dapat memberikan peringatan sebelum overheat terjadi.
Selain itu, kamera pengawas yang dikembangkan Axis Communication juga dapat memprioritaskan privasi pengguna, bangunan, atau ruangan. Hal ini dilakukan dengan menetapkan sistem blurring pada hasil perekaman.
Misalnya, saat suatu perusahaan ingin merekam ruangan dengan akses terbatas, kamera pengawas dapat mem-blurring ruangan tersebut. Namun, untuk memaksimalkan pengawasan, orang-orang yang keluar dan masuk dari ruangan tersebut akan tetap diperlihatkan.
"(kamera) pengawasan itu bukan hanya soal deteksi, tetapi juga soal privacy karena terkadang privacy belum menjadi poin yang krusial. Namun, sebagai Swedish Company, kami sangat concern terhadap privacy," jelas Johny.