Bagikan:

YOGYAKARTA - Baru-baru ini banyak orang yang penasaran dengan, apa itu Dark AI? Sebenarnya istilah ini mengacu pada penggunaan kecerdasan buatan untuk tujuan negatif atau berbahaya, seperti manipulasi informasi, serangan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Berbeda dengan AI yang dirancang untuk membantu kehidupan manusia, Dark AI justru dimanfaatkan untuk merugikan atau mengeksploitasi pihak lain. Fenomena ini semakin menjadi perhatian seiring pesatnya perkembangan teknologi AI di berbagai sektor.

Artikel ini akan membahas pengertian Dark AI, perbedaannya dengan AI konvensional, jenis ancaman baru yang ditimbulkannya, serta langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan organisasi untuk meminimalkan risiko yang terus meningkat ini.

Memahami Apa Itu Dark AI

Dilansir dari laman Sysdig Secure, teknologi kecerdasan buatan ini mulai dimanfaatkan untuk merancang serangan siber yang secara khusus menargetkan kelemahan organisasi maupun infrastruktur. Kondisi ini mendorong perlunya adopsi teknologi dan strategi keamanan baru demi mengantisipasi risiko tersebut.

Secara sederhana, Dark AI adalah pemanfaatan kecerdasan buatan, termasuk generative AI dan large language models (LLM) untuk tujuan jahat. Dari sisi teknis, Dark AI tidak berbeda dengan AI pada umumnya yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas atau mengotomatisasi pekerjaan.

Perbedaannya Dark AI dengan AI biasa terletak pada penerapannya. AI apa pun bisa disalahgunakan menjadi Dark AI, misalnya untuk membuat email phishing atau menulis kode berbahaya.

Belakangan, mulai bermunculan AI yang memang dirancang khusus untuk tujuan kriminal. Inilah yang membedakannya dari AI arus utama yang umumnya dilengkapi pengaman untuk mencegah penyalahgunaan. Dark AI justru menghilangkan batasan tersebut dan mengembangkan fitur yang difokuskan pada aksi kejahatan siber.

Baca juga artikel yang membahas AI Sudah Mulai Belajar Berbohong, Saatnya Media Kembali Kepada Jalur Validasi Yang Wajib

Cara Melindungi Diri dari Dark AI

Melindungi diri dari ancaman Dark AI memerlukan kesadaran akan ancaman dan penggunaan perangkat lunak keamanan siber, seperti antivirus. Pasalnya, sebagian serangan AI terjadi diam-diam dengan menginfeksi perangkat melalui malware. Sementara itu yang lain bersifat terbuka, dengan cara memanipulasi korban agar memberikan informasi pribadi.

Meskipun penipuan berbasis Dark AI akan semakin sulit dihindari, dilansir dari laman Norton, ada beberapa langkah kebersihan digital (cyber hygiene) yang bisa membantu melindungi diri:

  • Jangan merespons pesan tak dikenal

Anggap setiap pesan yang datang dari pengirim tak dikenal sebagai potensi ancaman. Jika ada orang yang mengaku kenal Anda dan meminta uang atau data pribadi, pastikan keasliannya melalui komunikasi lain sebelum merespons.

  • Gunakan kata sandi kuat dan unik

Dark AI dapat membobol kata sandi dengan sangat cepat, bahakan lebih dari 50% hanya dalam waktu kurang dari semenit. Untuk itu, buat kata sandi yang rumit dan simpan di password manager untuk menghindari serangan otomatis.

  • Aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA)

MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra, misalnya kombinasi kata sandi dan kode verifikasi SMS. Bahkan jika kata sandi berhasil dibobol, MFA dapat mencegah peretas masuk ke akun Anda.

  • Tetap update soal modus penipuan baru

Membaca laporan ancaman atau berita keamanan siber setiap beberapa bulan dapat membantu mengenali trik terbaru para penipu.

  • Waspadai deepfake dan peniruan suara

Dark AI tidak hanya menyerang lewat teks, tapi juga audio dan video. Teknologi ini dapat meniru suara orang yang Anda kenal atau membuat video palsu yang terlihat nyata.

  • Batasi berbagi informasi pribadi secara online

Jangan mengunggah data pribadi yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi Anda atau keluarga. Dark AI dapat mengumpulkan informasi seolah-olah tidak berbahaya untuk membuat profil target serangan.

Dengan demikian, Dark AI membawa ancaman serius bagi keamanan digital. Dengan kesadaran ancaman, kebersihan digital, dan teknologi keamanan tepat, risiko dapat ditekan dan data pribadi tetap terlindungi.

Selain pembahasan mengenai apa itu dark ai, ikuti artikel-artikel seputar teknologi menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+