JAKARTA -Microsoft akhirnya menjawab salah satu keluhan terbesar pengguna Windows 11. Perusahaan mulai menguji pembaruan besar untuk fitur Search yang membuat pencarian di sistem operasi tersebut lebih cepat, lebih bersih, dan lebih fokus pada file serta aplikasi yang tersimpan di perangkat.
Perubahan ini menjadi bagian dari proyek internal bertajuk Windows K2, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman pengguna sekaligus memperbaiki sejumlah kelemahan Windows 11 yang selama ini banyak dikritik.
BACA JUGA:
Saat ini, pembaruan tersebut masih tersedia bagi pengguna Windows Insider di Experimental Channel sebelum dirilis secara luas pada akhir 2026.
Search Kini Utamakan File Lokal
Salah satu perubahan paling signifikan adalah penerapan sistem local-first search.Artinya, ketika pengguna mencari dokumen, aplikasi, pengaturan sistem, atau file tertentu, Windows akan lebih dahulu menampilkan hasil yang berasal dari perangkat lokal, bukan lagi hasil pencarian web melalui Bing.
Selama bertahun-tahun, fitur Search Windows sering dikritik karena lebih banyak menampilkan konten daring dibandingkan file yang sebenarnya dicari pengguna. Pembaruan ini mengubah pendekatan tersebut dengan menjadikan pencarian lokal sebagai prioritas utama.
Iklan Bing dan MSN Resmi Dihapus
Microsoft juga menghilangkan berbagai elemen promosi yang selama ini memenuhi tampilan Search.Rekomendasi produk bersponsor, berita dari MSN, hingga berbagai konten promosi dari Bing tidak lagi muncul di jendela pencarian.
Dengan demikian, Search kembali berfungsi sebagai alat pencarian sistem, bukan sebagai media untuk menampilkan iklan atau konten web yang tidak relevan.
Pengguna juga diberikan kontrol lebih besar melalui menu Privacy & Security. Di sana tersedia opsi untuk sepenuhnya menonaktifkan hasil pencarian dari Microsoft Store maupun web sehingga Search hanya menampilkan konten lokal.
Pencarian Lebih Pintar dan Tahan Salah Ketik
Tak hanya mengubah tampilan, Microsoft juga meningkatkan mesin pencarian di balik Search Windows 11.Kini sistem mampu mengenali kesalahan pengetikan dengan lebih baik. Misalnya, ketika pengguna mengetik "utlook", Search tetap memahami bahwa yang dimaksud adalah aplikasi Outlook dan langsung menampilkan hasil yang sesuai.
Kemampuan ini membuat pencarian menjadi lebih cepat tanpa harus mengetik nama file atau aplikasi secara sempurna.
Selain itu, pengguna kini dapat melakukan pencarian file menggunakan kata kunci yang sangat singkat, termasuk hanya dua karakter, sesuatu yang sebelumnya sering kali gagal menghasilkan hasil yang relevan.
Asal Hasil Pencarian Kini Lebih Jelas
Microsoft juga menambahkan indikator baru yang menunjukkan asal setiap hasil pencarian.
Setiap item kini diberi label apakah berasal dari:
aplikasi lokal,
pengaturan Windows,
file cloud,
atau halaman web.
Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui tujuan hasil pencarian sebelum membukanya.Perubahan sederhana ini dinilai mampu mengurangi kebingungan sekaligus mempercepat proses pencarian.
Performa Search Lebih Stabil
Selain peningkatan fitur, Microsoft juga melakukan optimalisasi pada fondasi sistem Search.Pembaruan ini diklaim mampu mengurangi penggunaan CPU yang berlebihan, mempercepat proses pemuatan hasil pencarian, serta meminimalkan risiko crash yang selama ini cukup sering dikeluhkan pengguna Windows 11.
Perbaikan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam proyek Windows K2 yang bertujuan membuat Windows 11 lebih stabil sekaligus mampu bersaing dengan macOS maupun berbagai distribusi Linux.
Masih Tahap Uji Coba
Seluruh fitur baru tersebut saat ini masih diuji melalui Windows Insider Experimental Channel.Sebagian pengguna bahkan masih harus mengaktifkan fitur tertentu secara manual melalui pengaturan pengembang sebelum dapat mencobanya.
Microsoft belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran untuk seluruh pengguna. Namun perusahaan memastikan pembaruan ini akan dirilis secara bertahap dalam versi stabil Windows 11 sebelum akhir tahun.
Langkah Microsoft mengembalikan Search sebagai alat pencarian yang sederhana, cepat, dan bebas iklan menjadi perubahan yang telah lama dinantikan pengguna. Setelah bertahun-tahun menuai kritik akibat integrasi Bing dan konten promosi yang dianggap mengganggu, pembaruan ini menunjukkan bahwa Microsoft mulai lebih memprioritaskan pengalaman pengguna dibandingkan monetisasi pada fitur inti sistem operasinya.