JAKARTA – Pakar astronomi dari Jepang mengungkapkan potensi penggunaan Teleskop Timau 380 untuk kolaborasi ilmiah. Rencananya, fungsi teleskop ini akan dipadukan dengan Teleskop Seimei milik Jepang.
Hal ini disampaikan oleh Mikio Kurita, Pakar Astronomi dari Astronomy Department Kyoto University. Melalui acara Kolokium Mingguan Riset Antariksa (LINEAR) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia memaparkan peluang dari kolaborasi instrumen ini.
Bagi Kurita, memadukan kinerja Teleskop Timau 380 dengan Teleskop Seimei merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan observasi. Dengan begitu, data astronomi yang dikumpulkan akan semakin beragam.
Kurita pun membahas sedikit kemampuan dari Seimei. Ia mengatakan bahwa teleskop ini telah mengumpulkan data berupa galaksi, supernova, hingga objek antarbintang. Teleskop ini mampu merekam objek yang bergerak dengan cepat.
"Keindahan warna, cahaya, dan lanskap menyerupai karya seni alami," ujar Kurita, dikutip dari situs BRIN pada Senin, 11 Agustus. "(pergerakan objek astronomi) adalah fenomena yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut karena munculnya sangat cepat, namun memberikan banyak informasi."
Kurita juga menjelaskan penggunaan instrumen canggih untuk mengamati antariksa, yakni spektrograf resolusi rendah dan spektro-polarimeter resolusi tinggi. Instrumen ini penting untuk mempelajari karakteristik satelit dan aktivitas bintang.
BACA JUGA:
Dengan berbagai kemampuan ini, Kurita berharap teknologi yang dikembangkan di Seimei dapat diterapkan dan dikembangkan di Teleskop Timau. Peluang kolaborasi ini pun disambut dengan baik oleh Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni.
"Teleskop Timau 380 kini sudah hampir selesai (pembangunannya) sehingga dipersiapkan untuk kerja sama di masa mendatang antara Seimei dan Timau," kata Emanuel. Ia juga membahas pentingnya penyelenggaraan acara LINEAR.
Emanuel menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem antariksa yang kuat di Indonesia. Ia berharap kerja sama dengan Teleskop Seimei bisa dimanfaatkan oleh seluruh komunitas yang memanfaatkan Timau 380.