JAKARTA – Satu dari dua satelit untuk misi TRACERS yang diluncurkan oleh NASA pada 23 Juli 2025 mengalami masalah. Saat ini, NASA tengah berupaya memulihkan fungsi dari satelit tersebut.
Satelit yang disebut sebagai Wahana Antariksa 1 (SV1) ini mengalami masalah teknis pada 25 Juli. Menurut laporan lembaga antariksa AS tersebut, masalah yang dialami SV1 membuat NASA kehilangan kontak dengan satelit tersebut.
Agar misi berjalan dengan sempurna, tim TRACERS tengah berupaya memulihkan komunikasi satelit tersebut. Untuk saat ini, tim sedang meninjau data untuk mengetahui inti masalahnya dan memutuskan langkah perbaikan berikutnya.
"Tim sedang meninjau data yang dikumpulkan dari wahana antariksa untuk mendiagnosis dan menentukan langkah selanjutnya. Setelah melakukan kontak dengan wahana antariksa, tim akan menilai status dan dampaknya terhadap tujuan misi," kata NASA dalam sebuah keterangan.
Menurut hasil pemantauan terkini, NASA menyimpulkan bahwa hilangnya komunikasi pada SV1 terjadi pada bagian sub-sistem daya. Pasalnya, satelit hanya bisa aktif dengan normal ketika panel suryanya menerima cahaya matahari dengan cukup baik.
Jika tidak, kontak akan terputus-putus dan menjadi tidak stabil. NASA akan berusaha untuk terhubung kembali dengan SV1 saat satelit tersebut menerima lebih banyak sinar matahari. Jika sudah terhubung, NASA akan menerapkan langkah pemulihan berikutnya.
Sementara itu, Wahana Antariksa 2 (SV2) atau satelit kedua dalam misi TRACERS berada dalam kondisi yang baik. Satelit tersebut telah memulai proses komisioning atau pengujian satelit dan instrumennya terlihat berjalan sesuai rencana.
BACA JUGA:
NASA memperkirakan bahwa komisioning SV2 akan selesai pada akhir Agustus. Selain tahapan pada SV2, NASA mengatakan bahwa, "Tidak ada pembaruan signifikan yang diharapkan terkait SV1 selama beberapa minggu ke depan."
TRACERS merupakan misi yang penting bagi NASA karena satelit tersebut akan mempelajari rekoneksi magnetik dan dampaknya terhadap atmosfer Bumi sama berada di orbit. Proses ini terjadi ketika aktivitas Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi.
Dengan memahami proses tersebut, para ilmuwan akan lebih memahami berbagai aktivitas Matahari. Selain itu, mereka juga dapat menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi dampak aktivitas Matahari di masa mendatang.