Bagikan:

JAKARTA – NASA seharusnya meluncurkan misi TRACERS pada Rabu, 23 Juli sekitar pukul 01.13 WIB. Namun, peluncuran satelit ini terpaksa dibatalkan karena Badan Penerbangan Federal (FAA). 

Dalam rilis terbaru, NASA mengatakan bahwa FAA khawatir dengan kondisi cuaca yang dianggap 'tidak memungkinkan'. Untuk menghindari kecelakaan saat peluncuran, NASA memutuskan untuk memundurkan jadwal penerbangannya. 

TRACERS akan diluncurkan sehari lebih lambat, yakni pada Kamis, 24 Juli. Dengan waktu peluncuran yang sama, satelit tersebut akan lepas landas dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California menggunakan roket Falcon 9. 

TRACERS, kependekan dari Tandem Reconnection and Cusp Electrodynamics Reconnaissance Satellites, merupakan misi yang penting bagi para peneliti NASA. Terdiri dari satelit kembar, proyek ini diluncurkan untuk mempelajari rekoneksi magnetik di sekitar Bumi. 

Ini merupakan proses pertukaran energi plasma bermuatan listrik di atmosfer Bumi. Dengan mempelajari dan memahami hal ini, para peneliti dapat mengetahui bagaimana angin surya Matahari berinteraksi dengan magnetosfer, perisai magnetik pelindung Bumi.

Cuaca antariksa memiliki banyak dampak bagi Bumi, tetapi sebagian besar memberikan dampak yang buruk. Cuaca yang tidak stabil dapat mengganggu infrastruktur komunikasi seperti satelit dan sistem GPS. Jaringan listrik di Bumi juga bisa terdampak.

Setelah ditempatkan di antariksa, satelit kembar TRACERS akan terbang berdampingan dan selalu menghadap Matahari. Mereka akan melewati area di mana medan magnet Bumi terbuka di atas kutub utara dan selatan. 

Keduanya akan mengukur rekoneksi magnetik sebanyak 3.000 kali hanya dalam tahun pertama. Seluruh data yang dikumpulkan akan digunakan untuk membantu para ilmuwan dalam mengamati seberapa cepat rekoneksi berubah dan berevolusi.