JAKARTA - Elon Musk mengatakan ia sedang mengusahakan untuk membawa kembali arsip Vine, setelah mengisyaratkan kembalinya platform sosial tersebut selama kurang lebih seminggu terakhir.
Dalam sebuah postingan di X, pemilik SpaceX dan Tesla mengatakan bahwa perusahaan baru-baru ini menemukan seluruh arsip video dari aplikasi video pendek tersebut dan sedang berupaya memulihkan akses pengguna.
“Ngomong-ngomong, kami baru saja menemukan arsip video Vine (yang tadinya kami kira sudah dihapus) dan sedang mengupayakan agar akses pengguna bisa dipulihkan, jadi kamu bisa memposting ulang kalau mau,” tulis Musk.
Grok Imagine is AI Vine!
Btw, we recently found the Vine video archive (thought it had been deleted) and are working on restoring user access, so you can post them if you want.
— Elon Musk (@elonmusk) August 2, 2025
Sebagai informasi, Twitter telah mengakuisisi Vine pada tahun 2012. Tapi sayangnya, aplikasi video pendek mirip TikTok ini tidak bertahan lama, dan resmi dihentikan secara penuh pada awal tahun 2017 silam.
Musk mengatakan bahwa pengguna X akan dapat mengunggah Vine ini, tetapi itu hanyalah arsip. Dengan kata lain, ini tidak terdengar seperti kebangkitan untuk platform yang sebenarnya.
Kendati demikian, belum jelas apa maksud Musk melakukan hal tersebut. Ia juga belum menjelaskan detail lebih lanjut tentang cara kerjanya, dan bagaimana pengguna bisa mendapatkan kembali arsip mereka dari Vine.
Di sisi lain, sebuah pengadilan banding federal di Amerika Serikat memutuskan bahwa platform media sosial X harus menghadapi sebagian gugatan yang menuduh perusahaan tersebut lalai dalam menangani video eksploitasi seksual anak di platformnya.
Putusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Banding AS ke-9 di San Francisco pada Jumat 1 Agustus, yang memutuskan bahwa meskipun X dilindungi secara luas oleh Undang-Undang Kesusilaan Komunikasi (Communications Decency Act) Pasal 230 — yang memberikan kekebalan terhadap tanggung jawab atas konten yang diposting pengguna — platform tetap harus bertanggung jawab atas tuduhan kelalaian setelah mereka menyadari adanya konten eksplisit tersebut.
BACA JUGA:
Kasus ini berawal sebelum Elon Musk mengakuisisi Twitter pada tahun 2022. Gugatan sebelumnya sempat ditolak oleh hakim pengadilan tingkat pertama pada Desember 2023.
Tapi kini, gugatan tersebut dihidupkan kembali oleh keputusan pengadilan banding. Elon Musk sendiri tidak menjadi tergugat dalam kasus ini, dan perwakilan hukum X belum memberikan komentar.