Bagikan:

JAKARTA - OpenAI mengumumkan serangkaian pembaruan pada ChatGPT, untuk mendukung kesehatan mental pengguna, termasuk fitur baru yang mendorong pengguna mengambil jeda dari layar saat sesi percakapan berlangsung terlalu lama.

“Mulai hari ini, Anda akan melihat pengingat lembut selama sesi panjang untuk mendorong istirahat,” tulis perusahaan dalam pengumuman di situs resminya dikutip Selasa, 5 Agustus. 

Muncul dalam bentuk pop up, pesan tersebut akan menyarankan pengguna untuk beristirahat sejenak, dengan opsi untuk melanjutkan percakapan atau mengakhiri sesi jika sudah merasa cukup terbantu. 

Pembaruan ini merupakan bagian dari pendekatan terbaru OpenAI untuk menjadikan ChatGPT lebih bermanfaat secara jangka panjang, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) ini untuk kebutuhan emosional dan mental. 

Mereka menyadari adanya beberapa kasus langka di mana model GPT-4o gagal mengenali tanda-tanda ketergantungan emosional atau delusi dari pengguna. Maka dari itu, perusahaan terus menyempurnakan chatbot AI miliknya. 

Selain itu, OpenAI juga menghadirkan satu perubahan besar tentang bagaimana ChatGPT merespons pertanyaan pribadi bernuansa emosional tinggi—misalnya keputusan untuk mengakhiri hubungan. 

Daripada memberikan jawaban langsung, ChatGPT akan membantu pengguna mengevaluasi situasi melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan pertimbangan pro-kontra.

Dalam pembaruan ini, OpenAI mengaku pihaknya bekerja sama dengan lebih dari 90 dokter—psikiater, dokter anak, dan dokter umum —dari 30 negara serta peneliti interaksi manusia-komputer (HCI) untuk mengembangkan pedoman baru dalam menangani percakapan sensitif. 

Kelompok penasihat khusus juga dibentuk untuk memastikan pendekatan ini sesuai dengan standar kesehatan mental terkini. 

“Kelompok ini akan membantu memastikan pendekatan kami mencerminkan penelitian dan praktik terbaik terbaru,” tutupnya.