Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ranah Digital atau disebut PP Tunas.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengingatkan kembali peran semua pihak dalam menyukseskan implementasi PP TUNAS yang telah diluncurkan oleh Presiden pada Maret lalu.

Ia menyoroti tantangan baru dalam keluarga modern, yakni dominasi gawai dalam kehidupan anak-anak. "Hari ini ada keluarga baru namanya handphone, saya bukan anti handphone, tetapi hati-hati, anak-anak sekarang mereka rata-rata pegang (handphone) 7 sampai 8 jam," kata Wihaji.

Sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga anak di ruang digital, BKKBN akan teus menjalankan gerakanNgobrolsebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap ponsel.

Apa itu ngobrol? salah satunya, mengurangi bagaimana dominasi handphone yang menjadikan algoritma kepada kita,” jelas Wuhaji kepada awak media pada Kamis, 31 Juli di Jakarta.

Ia pun mengimbau agar orang tua dan anak-anak lebih banyak berinteraksi di rumah. Dengan demikian, ketergantungan anak terhadap ponselnya akan semakin berkurang, dan komunikasi dengan orang tua akan bertambah.

"Saya minta anak-anak lebih banyak ngobrol sama orangtua, orangtua juga ngobrol sama anak-anak, sehingga mereka dalam hal ini bisa terkurangi ngobrol dengan handphone," tegasnya.

Di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Rencana Aksi Implementasi PP No. 17 Tahun 2025 ini, Wihajimengapresiasi inisiatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk memperkenalkan kembali permainan-permainan tradisional sebagai salah satu cara mengalihkan perhatian anak dari layar gadget.