Bagikan:

JAKARTA - Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga The Fed akan meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong masuknya aliran dana segar ke pasar kripto. 

Bitcoin yang sempat diperdagangkan di kisaran 108.000 dolar AS (Rp1,75 miliar) pada 1 Juli kemarin, menunjukkan bahwa kripto sudah merespons euforia pasar saham tersebut.

“Namun demikian, investor kripto harus tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi khususnya yang dapat diakibatkan oleh dinamika kebijakan tarif AS dan perkembangan data ekonomi ke depan yang tidak pasti,” kata Fahmi dalam keterangannya. 

Tapi menariknya, di tengah perkembangan yang terjadi saat ini, Presiden Trump turut menyatakan telah menyusun daftar singkat 3-4 kandidat pengganti pemimpin The Fed saat ini.

“Kandidat yang masuk pertimbangan seperti Kevin Warsh, Christopher Waller, Scott Bessent, Kevin Hassett, dan David Malpass, merupakan nama-nama yang dikenal pro-pemangkasan suku bunga,” jelasnya. 

Trump juga dikabarkan telah menulis catatan langsung ke Ketua The Fed Jerome Powell, terkait mendesaknya untuk menurunkan suku bunga secara drastis hingga sekitar 1%. Karena menurutnya, tingginya suku bunga telah merugikan ekonomi AS.

“Hal ini tentu berpotensi meningkatkan dinamika ke depan dari sisi pemangku kebijakan yang akan mempengaruhi volatilitas pasar kripto” ujar Fahmi lebih lanjut. 

Kendati demikian, Fahmi menyatakan kalau potensi pengangkatan pemimpin The Fed yang lebih dovish atau lunak terhadap suku bunga melalui figur seperti Scott Bessent atau Kevin Warsh berpotensi memberikan dorongan kuat bagi aset berisiko, termasuk kripto dan saham AS.

“Konsensus awal menunjukkan bahwa berita tersebut telah melemahkan dolar AS. Jika suku bunga kemudian diturunkan lebih cepat, seperti misalnya di bulan Juli, hal ini akan menjadi perkembangan yang akan cukup mengejutkan dan berpotensi memicu lonjakan di pasar kripto,” pungkasnya.