Bagikan:

JAKARTA - Beta Technologies, perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat, mencatatkan tonggak bersejarah dengan menjadi perusahaan pertama yang berhasil mendaratkan pesawat penumpang bertenaga listrik penuh di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York. Keberhasilan ini diumumkan pada Selasa  3 Juni oleh pihak perusahaan dan otoritas pelabuhan setempat.

Dalam pernyataan resminya, penerbangan tersebut berlangsung selama 45 menit dan mengangkut seorang pilot serta empat penumpang. Pesawat yang digunakan adalah ALIA, pesawat listrik canggih buatan Beta Technologies yang dirancang untuk mobilitas udara perkotaan (Advanced Air Mobility).

Penerbangan ini menjadi yang pertama dalam sejarah untuk jenis pesawat listrik penumpang yang mendarat di kawasan bandara utama New York-New Jersey. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda kemajuan pesat dalam industri transportasi ramah lingkungan di Amerika Serikat.

Industri transportasi, termasuk maskapai penerbangan, kini tengah berinvestasi dalam pengembangan pesawat listrik bertenaga baterai yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal. Teknologi ini memungkinkan transportasi jarak pendek antarkota atau intra-kota, yang bisa membantu mengatasi kemacetan lalu lintas.

Langkah penting ini didukung oleh regulasi terbaru dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), yang pada Oktober 2024 telah menyelesaikan aturan pelatihan dan sertifikasi pilot untuk pengoperasian taksi udara. FAA menyebutnya sebagai "bagian terakhir dari teka-teki" untuk memperkenalkan layanan transportasi ini secara aman dalam waktu dekat.

Pada bulan yang sama, Beta Technologies juga berhasil mengumpulkan pendanaan modal sebesar 318 juta dolar AS (Rp5.178.630.000.000) untuk mendukung produksi, sertifikasi, dan komersialisasi pesawat listriknya. Dengan tambahan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun perusahaan sejak didirikan telah melampaui  1 miliar dolar AQS (Rp16,2 triliun).

Perusahaan yang berbasis di Vermont dan didirikan pada tahun 2017 ini terus menunjukkan komitmennya terhadap teknologi transportasi ramah lingkungan. CEO dan pendiri Beta Technologies, Kyle Clark, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini.

"Setelah bertahun-tahun melakukan pengujian keselamatan di berbagai lingkungan, kami bangga berdiri bersama Otoritas Pelabuhan dan Kota New York untuk menunjukkan bagaimana pesawat ini dapat melayani kota-kota dengan mengurangi kemacetan, emisi, dan meningkatkan aksesibilitas," kata Clark dalam pernyataan tersebut.

Dengan pencapaian ini, Beta Technologies membuka jalan bagi masa depan transportasi udara berkelanjutan yang lebih efisien, bersih, dan terintegrasi dengan infrastruktur perkotaan. Ke depan, penggunaan pesawat listrik seperti ALIA diproyeksikan akan menjadi bagian penting dari solusi mobilitas di kota-kota besar dunia.