JAKARTA - Memperingati anniversary ke-15 tahun, perusahaan keamanan siber global, PT ITSEC Asia Tbk akan menggelar "ITSEC: Cybersecurity Summit 2025", yang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran publik terhadap keamanan siber.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Joseph Edi Hut Lumban Gaol, menyatakan bahwa acara ini bukan hanya sekadar konferensi, tetapi menjadi gerakan membangun kesadaran kolektif di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi
"Kepentingannya adalah berkolaborasi, membuat satu wadah kolaborasi untuk semua pihak. Jadi ada ruang digital Indonesia yang aman, tangguh, dan terpercaya," ujar Joseph dalam konferensi persnya pada Senin, 28 April.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun ITSEC Asia, Indonesia mencatat 330 juta lebih anomali trafik siber pada 2024, dengan 1.814 aduan insiden ke pusat kontak siber Badan Siber dan Sandi Negara.
Ancaman ini tidak hanya menyerang sektor ekonomi, namun juga sektor kesehatan, transportasi, dan layanan publik — memperlihatkan bahwa motif serangan kini bergerak dari sekadar ekonomi ke geopolitik.
Melihat urgensi tersebut, dengan mengusung tema "The Largest Critical Infrastructure Cybersecurity Event in Southeast Asia", konferensi ini diharapkan bisa menjadi wadah kolaborasi antar industri untuk meningkatkan keamanan siber.
BACA JUGA:
"Summit ini kami rancang menjadi wadah untuk semua stakeholders untuk bisa berdiskusi, berbagi wawasan, dan juga membangun solusi nyata bersama. Nah solusi nyata itu tentunya tidak ada satu solusi yang statis, karena perkembangan cybercrime pun dinamis. Nah untuk itu yang harus dibikin adalah sebuah kesepakatan dalam ekosistem untuk menjaga aset kita bersama," tuturnya.
ITSEC: Cybersecurity Summit 2025 akan berlangsung pada 26-28 Agustus 2025 dengan menghadirkan berbagai pembicara ahli di bidangnya.