JAKARTA - Sepanjang 2024, solusi keamanan bisnis Kaspersky berhasil memblokir 534.759 serangan phishing keuangan yang ditujukan pada bisnis di seluruh wilayah Asia Tenggara, mulai dari perusahaan kecil hingga perusahaan besar.
Perusahaan keamanan siber global itu mengatakan bahwa phishing keuangan secara khusus menargetkan perbankan, sistem pembayaran, dan pengecer daring, dengan membuat web palsu untuk meniru platform pembayaran sah, guna menipu korbannya.
General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, Yeo Siang Tiong mengungkapkan, banyaknya jumlah phishing finansial di Asia Tenggara disebabkan ekonomi digital karena kawasan ini sedang berkembang pesat.
“Jelas bahwa penjahat dunia maya mengeksploitasi adopsi digital yang cepat di kawasan ini, dan Perusahaan harus tetap waspada," tambah Yeo.
Adapun jumlah tertinggi upaya phishing keuangan yang menargetkan bisnis di wilayah Asia Tenggaara terdeteksi di Thailand (247.560 serangan), diikuti oleh Indonesia (85.908 serangan), dan Malaysia (64.779 serangan).
“Sekarang, lebih dari sebelumnya, sangat penting bagi bisnis di sini untuk memiliki alat yang tepat dan akses ke intelijen ancaman waktu nyata yang mereka butuhkan untuk tetap unggul dari ancaman ini,” pungkas Yeo.
BACA JUGA:
Untuk menghindari menjadi korban penipuan berbasis phishing, para ahli Kaspersky menyarankan hal-hal berikut untuk individu:
- Buka email dan klik tautan hanya jika Anda yakin dapat mempercayai pengirimnya
- Jika pengirimnya sah, tetapi isi pesannya tampak aneh, sebaiknya periksa pengirimnya melalui cara komunikasi alternatif
- Periksa ejaan URL situs web jika Anda menduga tengah dihadapkan pada halaman phishing
- Gunakan solusi keamanan yang andal saat menjelajahi web untuk menemukan dan memblokir upaya spam dan phishing.