JAKARTA – NASA dan Badan Antariksa Italia membuat pencapaian yang tidak biasa pada 3 Maret 2025. Kedua lembaga antariksa tersebut berhasil menerima sinyal navigasi berbasis satelit pertama di Bulan.
Kesuksesan ini berhasil dicapai berkat Eksperimen Penerima GNSS Bulan (LuGRE), muatan yang diangkut ke satelit alami Bumi dan mendarat belum lama ini. NASA mengatakan bahwa LuGRE berhasil melacak sinyal navigasi yang mereka aktifkan di Bumi.
Melalui keberhasilan ini, NASA mengatakan bahwa sinyal dari Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) terbukti dapat diterima di Bulan. Dengan begitu, NASA bisa menjalankan eksplorasi Bulan tanpa kendala dengan memanfaatkan GNSS.
Ke depannya, program Artemis atau misi eksplorasi lainnya bisa menggunakan GNSS untuk menentukan posisi, kecepatan, hingga waktu secara akurat. Ini akan menjadi kemajuan bagi industri antariksa.
BACA JUGA:
"LuGRE menunjukkan kepada kita bahwa manusia dapat atau berhasil memperoleh dan melacak sinyal GNSS di Bulan. Ini adalah penemuan yang sangat menarik untuk navigasi bulan, dan kami berharap dapat memanfaatkan kemampuan ini untuk misi-misi mendatang," kata Kevin Coggins, Deputi Administrator Asosiasi NASA.
Ini bukan satu-satunya prestasi yang dicapai LuGRE. Muatan itu juga berhasil memecahkan rekor GNSS selama melakukan perjalanan ke Bulan. Pada 21 Januari 2025, LuGRE berhasil memperoleh sinyal GNSS pada ketinggian tertinggi, yakni 209.900 mil dari Bumi.
Ini merupakan rekor tertinggi yang didapatkan dari misi Multiskala Magnetosfer NASA. Bahkan, rekor ini terus bertambah dan puncaknya muncul pada 20 Februari, yakni saat muatan tersebut berada di ketinggian 243.000 mil dari Bumi.