Bagikan:

JAKARTA - Platform e-commerce asal China, Shein telah diluncurkan kembali di India melalui kemitraan dengan jaringan ritel konglomerat lokal Reliance, setelah hampir lima tahun aplikasi tersebut dilarang beroperasi. 

Pada tahun 2020 silam, pemerintah India melarang 59 aplikasi milik China, termasuk TikTok, ShareIt, UC Browser, Likee, WeChat, Shein, dan Bigo Live untuk beroperasi di negara mereka, karena masalah keamanan nasional. 

Dalam larangan tersebut, India menuduh Shein mengumpulkan data pengguna secara diam-diam dan mengirimkannya ke server di China. Pemerintah India khawatir bahwa data tersebut digunakan untuk tujuan yang tidak diinginkan, seperti spionase atau pengawasan.

Namun, dengan kemitraan baru ini, aplikasi baru Shein yang kini diberi nama Shein India Fast Fashion, dikembangkan dan diluncurkan oleh Reliance Retail milik miliarder Mukesh Ambani. 

Melansir TechCrunch, berdasarkan struktur kemitraan yang diungkap baru-baru ini oleh kementerian perdagangan India, Shein akan beroperasi murni sebagai mitra teknologi, dengan Reliance mempertahankan kepemilikan penuh atas platform tersebut melalui anak perusahaannya. 

Pengaturan tersebut mengharuskan semua data pelanggan disimpan di India, dan Shein tidak memiliki hak akses terhadap data-data pelanggan tersebut. 

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal baru-baru ini mengatakan bahwa proses persetujuan Shein melibatkan pemeriksaan menyeluruh oleh beberapa kementerian, termasuk IT dan Urusan Dalam Negeri.