JAKARTA – Pengawas privasi informasi Korea Selatan berencana untuk mendalami keamanan aplikasi DeepSeek. Mereka ingin tahu bagaimana platform tersebut mengelola informasi pribadi penggunanya.
Rencana ini diungkapkan oleh pejabat di lembaga tersebut, menurut laporan Reuters. Saat ini, Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan masih menyiapkan surat permintaan informasi tertulis kepada pengembang DeepSeek yang berada di China.
Tidak dijelaskan kapan suratnya akan diserahkan. Pejabat lembaga itu juga tidak mengungkapkan berapa lama waktu yang mereka tetapkan agar Hangzhou DeepSeek Artificial Intelligence Co Ltd. merespons permintaan mereka tepat waktu.
Jika DeepSeek gagal memenuhi waktu yang ditetapkan atau bahkan gagal memberikan informasi yang diinginkan lembaga tersebut, aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) itu mungkin akan diblokir dari Korea Selatan. Hal ini sudah sempat terjadi di negara lain.
BACA JUGA:
Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang menyelidiki keamanan platform DeepSeek semenjak model AI itu populer. Lembaga di Prancis, Italia, Irlandia, dan lainnya juga melakukan tindakan serupa.
Pihak berwenang di Prancis, Italia, Irlandia, dan negara-negara lain juga telah menyelidiki penggunaan data pribadi oleh DeepSeek. Garante, otoritas perlindungan data Italia, memblokir DeepSeek karena informasi mengenai pengguna data pribadi di platform ini masih kurang.
Setelah diblokir, aplikasi ini masih diselidiki untuk mencari tahu data pribadi apa saja yang dikumpulkan, dari mana sumbernya, dan untuk apa datanya dikumpulkan. Untuk saat ini, aplikasi tersebut tidak bisa ditemukan di toko aplikasi populer seperti App Store.