JAKARTA– Perusahaan penambangan bitcoin yang berbasis di Toronto, Bitfarms, telah menunjuk dua konsultan untuk mengeksplorasi kemungkinan transformasi beberapa fasilitasnya menjadi pusat data kecerdasan buatan (AI) guna memenuhi permintaan yang terus meningkat, demikian diumumkan pada Jumat, 31 Januari.
Penambang kripto umumnya memiliki lahan luas dan sumber daya listrik yang besar—aset yang juga penting bagi komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan pusat data AI.
Untuk memanfaatkan ledakan industri AI, banyak penambang mulai mengalihkan sebagian operasi mereka menjadi pusat data, mengingat mereka telah memiliki infrastruktur yang memadai.
Namun, para kritikus memperingatkan bahwa peralihan ini mungkin tidak mudah karena pusat data AI memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan operasi penambangan kripto.
BACA JUGA:
Bitfarms menyatakan bahwa konsultan Appleby Strategy Group dan World Wide Technology akan menganalisis lokasi fasilitas perusahaan di Amerika Utara. Mereka juga akan memberikan saran terkait strategi komputasi dan AI serta memasarkan fasilitas tersebut kepada calon pelanggan.
Awal bulan ini, Riot Platforms juga melakukan tinjauan terhadap potensi penggunaan AI dan komputasi pada fasilitas mereka di Navarro County, Texas.
"Kontrak yang terkait dengan pelanggan HPC/AI memberikan arus kas jangka panjang dan pendapatan yang stabil, sementara operasi penambangan bitcoin kami akan terus memonetisasi potensi kenaikan fleksibel bitcoin," ujar CEO Bitfarms, Ben Gagnon, dikutip VOI dari Reuters.