Bagikan:

JAKARTA - El Salvador, negara yang dikenal sebagai pelopor dalam adopsi Bitcoin sebagai mata uang resmi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap aset digital ini dengan menambah 12 Bitcoin (BTC) ke dalam cadangannya dalam waktu satu hari. 

Pembelian tersebut dilakukan saat harga Bitcoin mendekati rekor tertingginya, menunjukkan bahwa negara tersebut tetap optimis meskipun baru saja mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengurangi beberapa kebijakan terkait kripto.

Pada 19 Januari 2025, Kantor Nasional Bitcoin El Salvador mengumumkan telah membeli 11 BTC untuk Cadangan Strategis Bitcoin, yang saat ini bernilai lebih dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp16,2 miliar). Keesokan harinya, El Salvador kembali membeli satu Bitcoin seharga 106.000 dolar AS (Rp1,7 miliar). 

El Salvador Punya 6.044 Bitcoin

Dengan tambahan terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin negara tersebut kini mencapai 6.044 BTC, yang diperkirakan bernilai sekitar 620 juta dolar AS (Rp10 triliun), dengan harga Bitcoin saat ini berada di atas 103.000 dolar AS (Rp1,67 miliar).

Meskipun pemerintah Presiden Nayib Bukele baru saja menandatangani kesepakatan pembiayaan sebesar 1,4 miliar dolar AS (Rp22,7 triliun) dengan IMF yang mencakup pengurangan beberapa inisiatif Bitcoin. Misalnya, menjadikan penerimaan BTC sebagai opsional bagi perusahaan dan mengurangi keterlibatan pemerintah dalam dompet digital Chivo. 

Meski ditekan IMF, El Salvador tetap melanjutkan strategi akuisisi Bitcoin-nya. Direktur Kantor Nasional Bitcoin, Stacy Herbert, menegaskan bahwa strategi Bitcoin negara tersebut tidak berubah.