Bagikan:

JAKARTA - Staking memiliki arti penting dalam dunia kripto karena memungkinkan pemilik aset untuk mengunci aset mereka sambil tetap berkontribusi pada pengamanan jaringan blockchain. Hal inilah yang dilakukan platform staking Bitcoin, Babylon Chain. 

Dengan teknologi mutakhir, Babylon Chain memanfaatkan keamanan Bitcoin untuk memperkuat ekosistem blockchain berbasis Proof-of-Stake (PoS), menjadikan Bitcoin tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga alat yang mendukung pengamanan teknologi desentralisasi.

Babylon Chain mencatat pencapaian luar biasa dengan total setoran melebihi Bitcoin sebanyak 36.100 BTC atau sekitar Rp58 triliun. Data dari Dune Analytics mengungkapkan bahwa lonjakan signifikan ini berasal dari hampir 88.000 deposan unik, dengan peningkatan setoran Bitcoin sebesar 51,4% dalam sepekan terakhir.

Pada 10 dan 11 Desember saja, Babylon Chain menerima setoran masing-masing sebesar Rp13,34 triliun dan Rp5,6 triliun, menghasilkan total Rp19,2 triliun hanya dalam waktu 48 jam. Jumlah deposan unik turut meningkat tajam, dari sekitar 48.000 menjadi 62.230 pengguna, menambah lebih dari 14.000 pengguna baru hanya dalam sehari.

Peningkatan pesat ini didorong oleh Binance, bursa kripto terbesar di dunia, yang mulai mendukung program penghasilan yield melalui Babylon Chain pada 9 Desember lalu. Platform lain seperti Bitrue juga menambahkan dukungan serupa pada hari yang sama.

Menurut Andri Fauzan Adziima, pemimpin tim riset Bitrue, integrasi dengan Babylon Chain “mengubah Bitcoin dari sekadar penyimpan nilai menjadi alat yang aktif mendukung keamanan blockchain.” 

Ia juga menambahkan bahwa model keamanan berbasis Bitcoin ini mampu meningkatkan kepercayaan, aktivitas platform, serta menarik investor institusional. “Ketika pengguna merasa aman, mereka cenderung lebih aktif, dan aktivitas ini mendatangkan lebih banyak likuiditas,” katanya.

Babylon Chain memungkinkan pemegang Bitcoin untuk mengunci aset mereka secara mandiri dan berpartisipasi dalam pengamanan jaringan Proof-of-Stake (PoS) tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. 

Teknologi kriptografi canggih yang digunakan, seperti extractable one-time signature (EOTS), menjadikan sistem ini lebih aman. Protokol ini mengintegrasikan fitur keamanan Bitcoin, termasuk time stamping Proof-of-Work dan likuiditas aset, ke dalam ekosistem blockchain lain untuk menciptakan fondasi yang lebih kuat dan minim risiko.

Proyek ini juga menawarkan kesempatan bagi pemegang Bitcoin untuk memperoleh imbal hasil sambil memperkuat keamanan ekosistem blockchain. Dengan begitu, Babylon Chain mengusung inovasi baru yang menjembatani keamanan Bitcoin dengan fleksibilitas jaringan PoS. Platform tersebut berhasil menciptakan peluang baru dalam ekosistem Bitcoin.

Pencapaian ini menandai langkah besar dalam upaya integrasi teknologi Bitcoin ke berbagai jaringan blockchain, menjadikan aset kripto ini tidak hanya sebagai alat investasi, tetapi juga sebagai komponen vital dalam pengamanan teknologi desentralisasi.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+