Bagikan:

JAKARTA – Google mengumumkan terobosan baru dalam dunia komputasi kuantum dengan memperkenalkan generasi chip terbarunya yang diberi nama "Willow". Chip ini berhasil menyelesaikan masalah komputasi dalam waktu lima menit, yang menurut estimasi akan memakan waktu lebih lama dari sejarah alam semesta jika menggunakan komputer konvensional.

Chip Willow memiliki 105 "qubit", unit dasar dalam komputasi kuantum. Meski qubit terkenal sangat cepat, mereka juga rawan terhadap kesalahan karena dapat terganggu oleh partikel subatomik dari ruang angkasa. Oleh sebab itu, sejak tahun 1990-an, ilmuwan terus berupaya mengembangkan teknik koreksi kesalahan kuantum.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature pada Senin 9 Desember, Google menyebutkan bahwa mereka telah menemukan cara untuk menghubungkan qubit pada chip Willow sehingga tingkat kesalahan justru menurun seiring bertambahnya jumlah qubit. Selain itu, Google mengklaim mampu memperbaiki kesalahan tersebut secara real-time, sebuah langkah penting menuju penggunaan praktis komputer kuantum.

"Kami telah melewati titik kritis," ujar Hartmut Neven, pemimpin unit Quantum AI Google, dalam sebuah wawancara.

Chip Willow ini diproduksi di fasilitas khusus yang dibangun Google sendiri, berbeda dengan chip sebelumnya yang dibuat di fasilitas bersama di University of California, Santa Barbara. Menurut Anthony Megrant, kepala arsitek Google Quantum AI, fasilitas baru ini memungkinkan Google untuk mempercepat pengembangan chip baru.

"Jika kami memiliki ide bagus, kami ingin anggota tim dapat langsung mengujinya di ruang bersih dan cryostat secepat mungkin agar kami bisa belajar lebih banyak," kata Megrant.

Meskipun beberapa pesaing Google telah menghasilkan chip dengan jumlah qubit lebih banyak, Google lebih fokus pada pembuatan qubit yang paling andal. Dalam klaim terbaru, Google juga menyebut bahwa bahkan dengan asumsi ideal sekalipun, komputer klasik akan membutuhkan waktu satu miliar tahun untuk mencapai hasil yang sama dengan chip Willow.

Dengan kemajuan ini, Google berharap bahwa komputer kuantum suatu hari nanti dapat digunakan untuk menyelesaikan tantangan besar di bidang medis, kimia baterai, dan kecerdasan buatan yang saat ini tidak mungkin dilakukan dengan komputer konvensional.