Bagikan:

JAKARTA – Sora, pembuat video berbasis Artificial Intelligence (AI), menjadi kontroversial sejak awal tahun ini. Model AI ini dituding menggunakan konten YouTube untuk belajar, tetapi OpenAI masih enggan mengakuinya.

Di acara Bloomberg Technology Summit, COO OpenAI Brad Lightcap ditanya mengenai kontroversi alat pembelajaran Sora. Meski Lightcap memberikan respons, jawabannya bertele-tele dan tidak menjelaskan apakah Sora memang memakai video YouTube.

Sepertinya, Lightcap sudah memperkirakan pertanyaan tersebut. Ia mengatakan bahwa masalah penggunaan data memang sangat penting dan publik harus tahu dari mana seluruh data pembelajaran Sora berasal, tetapi Lightcap tidak menyebutkan asalnya.

"Pada dasarnya, perlu ada sistem ID konten untuk AI yang memungkinkan pembuat konten memahami arah pembuatan konten, siapa yang melatihnya, dan dapat ikut serta dalam pembuatan konten tersebut," kata Lightcap, dikutip dari 9to5google.

Pejabat OpenAI itu pun membahas tentang kontrak sosial dalam penggunaan konten. Meski penjelasannya tidak mengarah ke YouTube, Lightcap mengatakan bahwa mereka sedang mencari cara untuk memperoleh manfaat dari penggunaan konten di web.

"Itu adalah sesuatu yang sedang kami jelajahi juga, bagaimana Anda benar-benar menciptakan kontrak sosial yang benar-benar berbeda dengan web, dengan pencipta, dengan penerbit, ketika model-model ini mendunia," jelas Lightcap.

Di akhir penjelasannya, Lightcap menyimpulkan bahwa masalah ini sedang diperhatikan oleh OpenAI. "Jadi, ya, kami sedang melihat masalah ini, ini sangat sulit. Kami belum memiliki semua jawabannya."

Lightcap berusaha menjelaskan bahwa mereka tidak tahu pasti apakah Sora memang menggunakan lebih dari satu juta jam konten di YouTube. Respons ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa OpenAI tidak tahu sumber pembelajaran Sora.