Bagikan:

JAKARTA – Mars merupakan salah satu planet yang dipercaya memiliki danau hingga sungai mengering. Meski air dalam wujud cair sulit untuk ditemukan, robot Curiosity masih terus menjelajahi planet tersebut.

NASA, pengembang Curiosity, baru-baru ini menyatakan bahwa wahana penjelajah mereka telah tiba di wilayah bernama Gediz Vallis. Wilayah ini dikunjungi bukan untuk mencari air, tetapi untuk mencari bukti bahwa air pernah mengalir dan memenuhi Mars.

Para ilmuwan percaya bahwa Mars merupakan planet yang sangat basah sekitar miliaran tahun lalu. Namun, karena penyebab yang masih menjadi misteri, air dalam wujud cair menghilang selamanya dari permukaan Planet Merah.

Dengan menjelajahi Gediz Vallis, NASA ingin Curiosity menemukan tanda-tanda terkait kapan air cair mulai menghilang dan apa penyebabnya. NASA juga sengaja memilih Gediz Vallis karena wilayah itu diyakini sebagai sungai di masa lalu.

Gediz Vallis merupakan saluran yang dipenuhi oleh batuan dan puing-puing besar. Para ilmuwan ingin mengetahui dari mana semua itu berasal. Sungai mungkin menjadi penyebabnya karena energinya cukup kuat untuk menyatukan batuan dengan dasar.

Sebelum menjelajahi wilayah Gediz Vallis, Curiosity menghabiskan waktu beberapa bulan untuk mendaki kaki Gunung Sharp. Wilayah dengan luas 5 kilometer ini dipercaya memiliki lapisan yang terbentuk selama jutaan tahun di tengah perubahan iklim Mars.

Penjelajahan Curiosity di kaki Gunung Sharp berhasil menunjukkan bahwa air tampaknya datang dan pergi secara bertahap. Dengan menjelajahi Gediz Vallis, NASA berharap bahwa robot penjelajah mereka mampu menyempurnakan informasi mengenai hilangnya air di Mars.