Bagikan:

JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) merosot hingga 21% jika diperdagangkan dengan dolar Australia di cabang Binance Australia. Hal ini terjadi karena para trader bergegas untuk mencairkan aset kripto mereka menjadi dolar Australia sebelum penarikan dari bank lokal ditutup dalam beberapa hari.

Pada tanggal 18 Mei, Binance Australia menginformasikan pengguna bahwa layanan dolar Australia akan dihentikan setelah keputusan yang diambil oleh penyedia pembayaran pihak ketiga mereka. Deposit melalui transfer bank dihentikan secara langsung, sementara penarikan menggunakan layanan PayID masih akan tetap dibuka hingga 1 Juni pukul 17.00 waktu setempat. Binance Australia juga telah memperingatkan klien-kliennya bahwa dolar Australia yang masih tersisa di bursa setelah 31 Mei akan otomatis dikonversi menjadi USDT.

Pengumuman tersebut telah menyebabkan terjadinya kepanikan untuk mencairkan aset kripto, sehingga harga BTC mengalami penurunan yang signifikan.

Saat ini, satu BTC dapat dibeli hanya dengan 33.750 dolar Australia (Rp330 juta),  atau 21% lebih rendah dari harga global.

Bagi mereka yang berharap memanfaatkan harga Bitcoin yang lebih murah, mungkin akan kecewa. Tanpa kemampuan untuk mendepositokan dolar Australia ke dalam dompet perdagangan dan premi tinggi untuk mengonversi aset kripto lainnya menjadi dolar Australia, pengguna mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan BTC dengan harga diskon tersebut.

Binance juga telah memperingatkan tentang pencabutan beberapa pasangan perdagangan kripto dengan dolar Australia pada tanggal 1 Juni dan mengingatkan pengguna untuk "memperhatikan risiko saat berdagang."

Sementara itu, Binance mengatakan bahwa mereka terus mencari penyedia alternatif untuk melanjutkan penarikan dan deposit dolar Australia. Saat ini, kemampuan untuk membeli dan menjual kripto menggunakan kartu kredit atau debit masih tersedia, meskipun harga-harga ini tampak sejalan dengan pasar.

Binance telah menghadapi masalah dengan regulator di Australia setelah lisensi derivatifnya dibatalkan oleh Australian Securities and Investments Commission bulan lalu. Binance juga tengah menghadapi penyelidikan besar oleh U.S. Commodities and Futures Trading Commission.

Broker kripto Australia, Swyftx, yang bergantung pada Binance untuk kebutuhan likuiditasnya, sebelumnya menyatakan bahwa penutupan jalan masuk dan keluar dolar Australia dari Binance tidak akan mempengaruhi operasional mereka.