Harga Data Pribadi Tak Semurah yang Diperjualbelikan di <i>Dark web</i>
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Kebocoran data pribadi terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya setiap data pribadi yang marak diperjualbelikan memiliki harga dan keuntungan tersendiri. 

Lantas berapa harga untuk setiap informasi dan data pribadi yang bocor di darkweb atau forum hacker? Menurut peneliti keamanan siber dari Kaspersky, Dmitry Galov, harga sebuah informasi atau data pribadi di internet dibanderol mulai 50 sen (0,5 dolar AS) sekitar Rp7 ribuan.

"Dalam beberapa tahun terakhir banyak area kehidupan kita telah menjadi digital -- dan beberapa di antaranya, seperti data medis kita termasuk informasi pribadi. Hal ini menyebabkan lebih banyak risiko terjadinya kebocoran data bagi pengguna," kata Dmitry, dalam keterangannya, Senin, 7 Desember.

Meski terbilang murah, namun jika data pribadi dimanfaatkan pihak yang salah tentunya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Bahkan dari analisisnya, 1 dari 10 forum hackers internasional memperjualbelikan data dan informasi pada platform internet. 

Menurut Dmitry, beberapa informasi pribadi seperti data kartu kredit dan akses perbankan sangat diminati para hacker. Harga untuk dokumen indentifikasi tersebut bisa mencapai 40 dolar AS atau sekitar Rp566 ribuan.

Data dan dokumen informasi yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung. 

Jenis data tertentu, seperti akses ke akun pribadi atau database kata sandi, dapat disalahgunakan tidak hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk kerugian reputasi dan jenis kerusakan sosial lainnya, termasuk doxing.

"Ini tidak berarti bahwa kita harus menghapus dan menutup akun media sosial kita, tentunya. Ini semua tentang memahami konsekuensi dan risiko potensial dan bersiap yang tepat untuk itu," ujar Dmitry.

Untuk meminimalkan risiko informasi pribadi Anda dicuri, Kaspersky merekomendasikan untuk selalu waspadai email dan situs web phishing. Selalu periksa pengaturan izin pada aplikasi yang digunakan, untuk meminimalkan kemungkinan data dibagikan atau disimpan oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan.

"Tindakan terbaik terkait data Anda adalah: ketahui apa yang mereka ketahui, hapus apa yang Anda bisa, dan kendalikan informasi tentang Anda secara online. Sesederhana itu, namun tetap membutuhkan usaha," dia menambahkan.

Selanjutnya, menggunakan otentikasi dua faktor, dengan catatan menggunakan aplikasi yang menghasilkan kode satu kali (one-time code) jauh lebih aman daripada menerima faktor kedua melalui SMS. Terakhir, selalu mempertimbangkan konten yang dibagikan secara online, apakah konten tersebut dapat disalahgunakan oleh orang lain atau tidak.

Berikut kisaran daftar harga data pribadi yang berhasil dikumpulkan Kaspersky dari sejumlah forum hacker dan darkweb. 

Detail kartu kredit: 6-20 dolar AS (sekitar Rp85 ribu - Rp284 ribu)

Pindaian SIM: 5-25 dolar AS (sekitar Rp71 ribu - Rp355 ribu)

Pindaian Paspor: 6-15 dolar AS (sekitar Rp85 ribu - Rp213 ribu)

Layanan berlangganan:0,5-8 dolar AS (sekitar Rp7.100 - Rp114 ribu)

ID (Nama, Tanggal lahir, email, mobile): 0,5-10 dolar AS ( sekitar Rp7.100 - Rp142 ribu)

Selfie dengan dokumen (paspor, SIM): 40-60 dolar AS (sekitar Rp568 ribu - Rp852 ribu)

Rekam medis: 1-30 dolar AS (sekitar Rp14 ribu - Rp426 ribu)

Akun online banking: 1-10 persen dari nilai

Akun Paypal: 50-500 dolar AS (sekitar Rp710 ribu - Rp7,1 juta)