Planet TRAPPIST-1 Berpotensi Layak Huni, Teleskop James Webb Bakal Ke Sana
Planet-planet di bintang TRAPPIST-1. (Planetary Society)

Bagikan:

JAKARTA – Pencarian planet layak huni terus dilakukan oleh para ilmuwan NASA. Salah satunya adalah planet-planet di bintang TRAPPIST-1 yang telah dikonfirmasi memiliki atmosfer. Para ilmuwan mencoba menentukan komposisi atmosfer dan mencari kemungkinan adanya tanda-tanda kehidupan.

Seorang peneliti NASA menunjuk pada faktor penting yang dapat mengungkapkan apakah planet ekstrasurya yang mengorbit bintang TRAPPIST-1 berpotensi layak huni.

Terletak di sistem bintang sekitar 40 tahun cahaya, planet-planet ini telah ditargetkan oleh teleskop luar angkasa James Webb yang baru-baru ini diluncurkan yang akan mencoba menemukan apakah dunia ini memiliki atmosfer.

Seorang astrobiologi NASA Shawn Domagal-Goldman berpendapat ada atau tidaknya atmosfer di planet yang ada di bintang TRAPPIST-1 merupakan hal yang penting untuk mencari tahu apakah layak huni atau tidak.

“Bulan mendapatkan energi yang sama banyaknya dari matahari seperti halnya Bumi, tetapi ia tidak menahan atmosfernya sehingga tidak memiliki lautan dan tidak memiliki biosfer global,” kata Domagal-Goldman kepada Newsweek.  

“Jadi, ini adalah pertanyaan tingkat pertama yang harus dijawab untuk kelayakhunian dunia-dunia ini: apakah mereka memiliki atmosfer atau tidak. Ternyata itu juga hal termudah yang dapat diamati (teleskop) Webb,” tambahnya.

Selanjutnya, dia menekankan pentingnya pengamatan atmosfer planet-planet TRAPPIST yang berada di zona layak huni. Sehingga itu menjadi fokus penelitian bagi siapa pun dalam lima atau sepuluh tahun ke depan.

Melansir SputnikNews, jika planet memang memiliki atmosfer, para ilmuwan juga harus menentukan komposisi atmosfer ini. sebelum membuat kesimpulan tentang kelayakhunian dunia-dunia ini.

Namun, keberadaan ozon dan oksigen mungkin agak sulit untuk dikonfirmasi karena atmosfer yang kaya akan mereka mungkin memiliki dek awan yang dapat menghalangi deteksi mereka, meskipun para ilmuwan juga dapat mengarahkan pengamatan mereka pada biosignatures potensial lainnya seperti metana.

"Jika Anda melihat metana dalam konteks gas-gas lain yang menghancurkan metana, dan Anda tahu bahwa gas-gas lain itu juga sedang diisi ulang - itu merupakan indikator bahwa metana tidak hanya ada di sana, tetapi direproduksi dengan sangat cepat," Domagal-Goldman mencatat.

“Jika Anda tahu bahwa metana sedang dihancurkan dengan cepat, itu harus diisi ulang dengan cepat dan pengisian cepat itu adalah tanda biologisnya,” tutupnya.