Universitas Indonesia Dukung Penyiapan Talenta Digital
Ilustrasi/Foto: Antara

Bagikan:

DEPOK - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia mendukung penyiapan talenta digital melalui Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI), institusi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers universitas yang diterima di Depok, Sabtu 19 Februari, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia Dede Djuhana mengatakan bahwa pada era revolusi industri 4.0 sumber daya manusia dengan keahlian di bidang kecerdasan buatan dan ilmu data dibutuhkan oleh industri maupun lembaga penelitian dan lembaga negara.

"Sekarang ini perkembangan revolusi industri 4.0 sangat masif. Berbagai kegiatan, baik penelitian maupun industri sangat membutuhkan data science dan AI (artificial intelligence), sehingga kalau kita melihat ini tentunya Indonesia memerlukan beberapa strategi dalam rangka menciptakan SDM yang berkualitas di bidang-bidang tersebut," katanya.

Ia mengatakan bahwa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT Artifisial Intelegensia Indonesia untuk menyiapkan talenta-talenta di bidang AI mulai dari level sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

"Agar memiliki bekal dan kompetensi dasar dalam mempelajari berbagai aplikasi AI ke depannya," kata dia.

Direktur AiCI Djati Handoko menjelaskan bahwa penyiapan talenta digital antara lain dilakukan melalui program yang mencakup kegiatan pembelajaran teknologi, lokakarya, pembinaan, dan pameran bagi mahasiswa.

Program tersebut dilaksanakan selama lima bulan dengan tim tutor dari AiCI, yang meliputi alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia​​​​​​​ serta kalangan profesional.

Sementara itu Ketua Program Magang dan Studi Independen Bersertifikasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tutus Kusuma mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan.

Upaya untuk memenuhi kebutuhan itu, ia mengatakan, membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan perguruan tinggi dan institusi terkait lain.