Bagikan:

JAKARTA - Otoritas ekonomi dan industri China merilis rencana kebijakan lintas kementerian untuk memperluas penggunaan material daur ulang di sektor manufaktur. Industri otomotif ditetapkan sebagai salah satu sektor prioritas, seiring upaya pemerintah mempercepat transisi menuju sistem produksi yang lebih sirkular dan berkelanjutan.

Dalam Rencana Aksi Promosi Aplikasi Bahan Daur Ulang, regulator menargetkan peningkatan pemanfaatan material daur ulang di berbagai industri strategis, termasuk otomotif, elektronik, baterai, tekstil, dan pengemasan.

Kebijakan ini menekankan penguatan pasokan, peningkatan standar aplikasi, serta perluasan skala penggunaan material daur ulang agar dapat diadopsi secara luas oleh industri. Seperti dilansir Carnewschina, Kamis, 1 Januari.

Khusus sektor otomotif, pemerintah mendorong produsen kendaraan untuk menggunakan lebih banyak material daur ulang sepanjang memenuhi persyaratan teknis dan regulasi. Material yang dimaksud meliputi baja, aluminium, plastik, serta material sekunder lainnya yang dapat diterapkan pada bodi kendaraan, komponen struktural, interior, hingga sistem non-kritis.

Rencana ini juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara produsen mobil, perusahaan pembongkaran, pelaku daur ulang, dan pengolah material guna membentuk rantai pasok yang terintegrasi.

Efisiensi daur ulang kendaraan akhir masa pakai turut menjadi sorotan. Otoritas menargetkan peningkatan pembongkaran yang terstandarisasi, tingkat pemulihan material yang lebih tinggi, serta peningkatan kemampuan pemrosesan logam dan plastik otomotif hasil daur ulang.

Langkah ini diharapkan dapat menjamin pasokan bahan baku yang stabil bagi produsen sekaligus mengurangi ketergantungan pada material primer. Produksi baterai menjadi fokus prioritas lainnya.

Seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik, pemerintah mendorong peningkatan penggunaan material daur ulang dalam pembuatan baterai serta penguatan sistem daur ulang baterai bekas. Baterai dipandang sebagai sumber material bernilai yang dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi.

Selain target penggunaan, rencana aksi ini juga mencakup penyusunan standar, sistem sertifikasi, dan mekanisme ketertelusuran material daur ulang secara bertahap. Kerangka ini ditujukan untuk memastikan konsistensi, keamanan, dan kualitas material ketika digunakan dalam proses manufaktur kendaraan.

Secara jangka panjang, kebijakan ini menargetkan terbentuknya sistem daur ulang nasional yang lebih komprehensif dan meningkatnya penerimaan industri terhadap material daur ulang sebagai input produksi standar. Bagi industri otomotif, langkah ini membuka jalan bagi integrasi praktik produksi sirkular yang lebih dalam, mulai dari desain kendaraan, proses manufaktur, hingga pengelolaan akhir masa pakai.