JAKARTA - Industri daur ulang baterai di China tengah memasuki fase ekspansi besar seiring lonjakan volume baterai kendaraan listrik (EV) bekas dan pengawasan regulasi yang kian ketat. Data Institut Penelitian Industri Qianzhan menunjukkan, nilai pasar daur ulang baterai di China telah mencapai 558 miliar yuan.
Melansir dari Carnewschina, Rabu, 31 Desember, angka tersebut menegaskan peran strategis sektor daur ulang dalam menopang rantai pasok industri EV. Sebagai pembanding, nilai material baterai hasil daur ulang bahkan lebih besar, mencapai 647 miliar yuan.
Perbedaan ini mencerminkan nilai tambah signifikan yang dihasilkan dari proses pemulihan logam dan material penting, seperti lithium, nikel, dan kobalt. Secara umum, daur ulang baterai di China menempuh dua jalur utama.
Pertama, pemanfaatan berjenjang, yakni penggunaan kembali baterai bekas untuk aplikasi sekunder seperti penyimpanan energi stasioner. Kedua, daur ulang material yang berfokus pada ekstraksi logam dan material bernilai dari baterai yang telah habis masa pakainya.
Kedua jalur ini membentuk rantai industri lengkap, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan ulang di sektor hilir. Dalam rantai nilai tersebut, pemain hulu diisi oleh produsen baterai dan pemasok bahan baku besar seperti CATL, BYD, Shanxi Coking, dan Yunnan Tin.
Di sektor tengah, perusahaan daur ulang seperti Huayou Cobalt, Ganfeng Lithium, New Energy Times, dan Haopeng Technology memainkan peran penting. Sementara itu, segmen hilir diisi oleh produsen material baterai dan metalurgi serbuk, antara lain Dangsheng Technology dan Heyuan Fuma.
BACA JUGA:
Hingga 2024, tercatat sebanyak 156 perusahaan telah terdaftar secara resmi sebagai entitas yang memenuhi syarat untuk pemanfaatan komprehensif baterai lithium-ion bekas. Total kapasitas pengolahan nominal gabungan mencapai 423,3 juta ton per tahun.
Di segmen baterai timbal-asam, sebanyak 71 perusahaan berlisensi memiliki kapasitas pengolahan yang disetujui mencapai 1,47 miliar ton per tahun. Dari sisi pendapatan, daur ulang baterai lithium menghasilkan sekitar 220 miliar yuan sepanjang 2024.
Sementara itu, penjualan timbal daur ulang menyumbang sekitar 427 miliar yuan, atau sekitar 59 miliar dolar AS. Secara total, nilai penjualan material baterai daur ulang mendekati 90 miliar dolar AS, terpisah dari nilai baterai bekas yang dikumpulkan.
Berdasarkan kapasitas yang diumumkan, Bangpu Recycling dan CATL masing-masing menguasai sekitar 6,4 persen dari total kapasitas daur ulang baterai lithium yang diakui pada 2024. GEM menyusul dengan pangsa sekitar 5,9 persen, sementara Ganfeng Lithium dan Xien Recycling masing-masing berada di kisaran 4,7 persen.
Secara geografis, aktivitas daur ulang terkonsentrasi di provinsi Jiangxi, Guangdong, Zhejiang, dan Anhui wilayah yang telah lama menjadi basis industri baterai dan material. Dorongan regulasi juga semakin nyata.
Pada Februari 2025, Dewan Negara China menyetujui rencana aksi nasional sistem daur ulang baterai kendaraan listrik. Kebijakan ini menekankan pengumpulan terstandarisasi, pengawasan yang lebih ketat, peningkatan ketelusuran, serta penertiban aktivitas daur ulang informal agar industri berkembang secara lebih terstruktur dan berskala besar.
Ke depan, Qianzhan memproyeksikan nilai pasar daur ulang baterai di China akan menembus 1.000 miliar yuan pada 2030. Pada periode yang sama, penjualan material baterai hasil daur ulang diperkirakan melampaui 2.000 miliar yuan.