Bagikan:

JAKARTA – Tesla mengikuti jejak tren baru industri otomotif dengan menerapkan sistem berlangganan untuk teknologi mengemudi otonom. CEO Tesla, Elon Musk, mengungkapkan lewat unggahan di media sosial bahwa perusahaan akan berhenti menjual fitur Full Self-Driving (Supervised) dalam skema pembelian putus mulai 14 Februari.

Artinya, setelah tanggal tersebut, konsumen yang ingin menikmati fitur tersebut hanya bisa mengaksesnya lewat paket langganan. Sebagaimana dilansir dari Carscoops, Kamis, 15 Januari.

Meski Musk tidak memerinci alasan kebijakan baru tersebut, situs resmi Tesla sudah menampilkan harga langganan FSD sebesar 99 dolar AS atau Rp1,6 jutaan per bulan. Angka ini tergolong lebih tinggi dibanding layanan serupa dari rival.

Sebagai perbandingan, Rivian Autonomy+ dipasarkan seharga 49,99 dolar AS per bulan atau 2.500 dolar AS untuk pembelian sekali bayar. Layanan tersebut diklaim mampu menghadirkan pengemudian bebas genggam di lebih dari 5,63 juta km jalan di Amerika Serikat dan Kanada.

Sementara itu, Ford BlueCruise juga berada di kisaran harga yang sama dengan Rivian, yaitu 49,99 dolar AS per bulan, atau opsi tahunan 495 dolar AS, serta pembelian putus 2.495 dolar AS. Adapun General Motors (GM) memberi layanan Super Cruise gratis selama tiga tahun untuk kendaraan baru, sebelum akhirnya berbayar 39,99 dolar AS per bulan atau 399 dolar AS per tahun.

Di sisi lain, jika melihat sejarahnya, Tesla sebelumnya memasang banderol 8.000 dolar AS atau Rp135 jutaan untuk Full Self-Driving dalam skema pembelian sekali bayar. Dengan tarif langganan 99 dolar AS per bulan, biaya tersebut setara hampir 81 bulan atau mendekati tujuh tahun.

Dengan kalkulasi itu, sistem berlangganan berpotensi lebih menarik bagi pengguna yang tidak berniat mempertahankan mobil dalam jangka panjang. Namun, untuk pelanggan yang memakai kendaraan bertahun-tahun, model pembelian putus sebelumnya jelas lebih ekonomis.

Tesla sendiri sebenarnya sudah menyediakan opsi langganan bagi pelanggan yang sejak awal tidak membeli FSD. Paket ini dapat diaktifkan melalui aplikasi Tesla maupun lewat sistem infotainment di kendaraan.

Sayangnya, Tesla menegaskan bahwa langganan FSD tidak dapat dikembalikan. Jika pelanggan merasa fitur tersebut tidak sesuai ekspektasi, satu-satunya pilihan adalah menghentikan langganan, sementara akses tetap berjalan hingga periode penagihan berakhir.