JAKARTA – Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke pabrik perakitan Ford di Dearborn, Michigan, mendadak jadi sorotan bukan karena agenda industrinya, melainkan karena gestur yang dianggap provokatif. Di tengah tur jalur produksi Ford F-150, Trump terekam melontarkan kata-kata kasar dan dan melakukan gerakan tangan yang ditafsirkan banyak orang sebagai isyarat tidak sopan.
Melansir Carscoops, Kamis, 15 Januari, dalam video yang beredar luas di media sosial, Trump terlihat menanggapi seorang pengganggu dengan ucapan kasar, sebelum melakukan gerakan tangan singkat yang mengundang spekulasi publik. Setelah momen itu, ia tetap melanjutkan agenda kunjungan seperti biasa.
Insiden ini muncul di tengah rentetan pemberitaan lain tentang Trump yang belakangan ramai dikaitkan dengan isu kebijakan AS di Venezuela, serta responsnya atas kasus penembakan terkait ICE di Minnesota. Namun, kejadian di fasilitas Ford membawa kontroversi berbeda, sorotan baru atas dugaan kaitannya dengan kasus Epstein.
Orang yang menginterupsi tur itu disebut meneriakkan tuduhan keras terhadap Trump, termasuk menyebutnya sebagai pelindung pedofil. Tuduhan tersebut diduga menjadi pemicu reaksi spontan dari Presiden.
Pengganggu itu kemudian diidentifikasi sebagai TJ Sabula, karyawan Ford sekaligus anggota serikat pekerja United Auto Workers (UAW). Perusahaan dilaporkan telah menjatuhkan sanksi skorsing kepadanya atas tindakannya ke Trump.
Sabula, 40 tahun, mengaku belum mengetahui bagaimana dampaknya untuk jangka panjang, terlebih setelah ia mempermalukan Trump di depan teman-temannya. Meski begitu, ia menegaskan tidak menyesali aksinya.
Menurut Reuters, Ketua Eksekutif Ford Bill Ford menyebut peristiwa itu sebagai momen yang disayangkan dan memalukan. Namun, ia berupaya meredam narasi negatif yang berkembang.
Ia menggambarkannya hanya sebagai enam detik dari tur satu jam yang pada dasarnya berjalan lancar. “Saya pikir dia benar-benar menikmatinya dan kami juga,” tambah Ford.
Sementara itu, juru bicara perusahaan menyampaikan pernyataan lebih formal kepada TMZ. “Kami mengadakan acara yang hebat hari ini dan kami bangga dengan bagaimana karyawan kami mewakili Ford,” bunyi pernyataan tersebut.
“Kami telah melihat klip yang Anda maksud. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat dan kami tidak mentolerir siapa pun yang mengatakan sesuatu yang tidak pantas seperti itu di dalam fasilitas kami. Ketika itu terjadi, kami memiliki proses untuk menanganinya, tetapi kami tidak ikut campur dalam masalah kepegawaian tertentu," lanjutnya.
BACA JUGA:
Dari pihak Gedung Putih, direktur komunikasi Steven Cheung membela tindakan Presiden dalam pernyataan kepada Washington Post. “Seorang gila berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata kasar dalam amukan yang hebat, dan Presiden memberikan tanggapan yang tepat dan tegas," ucapnya.
Namun, dalam sejarah politik Amerika Serikat, gestur semacam itu bukan pertama kali terjadi. George W. Bush pernah tertangkap kamera mengacungkan jari tengah di belakang layar wawancara televisi, yang kemudian ia sebut sebagai salam kemenangan satu jari.
Terlepas dari insiden tersebut, kunjungan Trump ke pabrik Ford di River Rouge tetap membawa pesan politik yang jelas: penguatan strategi ekonomi “America First.” Agenda itu juga dinilai relevan karena Ford belakangan disebut mengurangi dorongan kendaraan listrik, sebuah pergeseran yang oleh sebagian pihak dianggap sejalan dengan fokus Trump pada manufaktur tradisional.
Trump terlihat berjalan menyusuri jalur perakitan F-150 bersama Bill Ford dan CEO Ford Jim Farley, sembari memuji apa yang ia sebut sebagai kualitas luar biasa truk Ford, serta menekankan pentingnya menjaga produksi tetap berada di AS.
“Ford benar-benar menjadi pemimpin, mereka telah melakukan pekerjaan yang hebat. Tetapi semuanya, General Motors berkinerja sangat baik, Stellantis berkinerja sangat baik, kami sangat senang tentang itu. Saya hanya ingin mereka membangun produk mereka di AS," kata Trump kepada wartawan.