Bagikan:

JAKARTA - Peta persaingan mobil listrik di China kian memanas. Di tengah tekanan tersebut, BYD Group menegaskan sikapnya bahwa inovasi adalah harga mati, seperti disampaikan General Manager Brand & Public Relations BYD Group Li Yunfei.

Melansir dari Oriental Finance, Sabtu, 3 Januari, Li mengungkapkan bahwa pada awalnya, tak sedikit pabrikan yang meragukan teknologi BYD. Namun, seiring waktu dan pembuktian di lapangan, keraguan itu berubah menjadi ketertarikan bahkan upaya meniru.

Situasi tersebut sempat memantik pertanyaan internal BYD, apakah inovasi masih perlu dipacu jika akhirnya ditiru pesaing? Jawaban Li tegas, dia menyatakan bahwa tanpa inovasi, industri akan stagnan.

Lebih dari itu, kompetitor pun tak punya pijakan untuk berkembang. Sebagai contoh nyata, BYD memperkenalkan teknologi megawatt flash charging pada awal 2025, sebuah lompatan besar dalam pengisian daya cepat kendaraan listrik.

Menurut Li, kompetisi otomotif memang selalu bergerak dalam siklus teknologi. Di mana, jika ada satu pemain yang memimpin, lalu yang lain akan mengejarnya dalam rentang satu hingga tiga tahun.

“Perusahaan menyimpulkan inovasi harus terus berlanjut, karena tanpa terobosan orisinal pada akhirnya tidak akan ada yang bisa ditiru oleh orang lain,” kata Li.

Dorongan inovasi BYD sendiri bukan keputusan instan, perusahaan ini telah lama menanamkan riset pada berbagai fondasi teknologi. Mulai dari baterai lithium iron phosphate (LFP), sistem plug-in hybrid DM, hingga motor listrik magnet permanen dan semua lahir dari riset berkelanjutan.

Li juga menyoroti peran sentral pendiri BYD Wang Chuanfu. Tak sekadar memimpin dari balik meja, Wang dikenal aktif terjun langsung ke ranah riset dan pengembangan.

Ia kerap mengikuti rapat teknis maraton, membedah detail ilmiah dari reaksi kimia baterai hingga kesiapan jaringan listrik untuk pengisian super cepat. Komitmen riset tersebut tercermin dari deretan paten anyar yang didaftarkan BYD pada akhir 2025.

Itu termasuk teknologi motor listrik dengan kemampuan penyesuaian daya magnet agar efisien di berbagai kondisi berkendara. Jika inovasi itu kembali diadopsi pesaing, Li menilai hal tersebut wajar.

Justru, katanya, itulah mekanisme alamiah yang mendorong kemajuan industri kendaraan listrik secara kolektif. Kini, BYD terus menguatkan pengembangan teknologi mobil listrik dan hybrid, sembari menyiapkan terobosan berikutnya untuk menjaga keunggulan di masa depan.