Bagikan:

JAKARTA – Saat transmisi manual kian terpinggirkan oleh era otomatis dan elektrifikasi, BMW justru menunjukkan sikap berbeda. Pabrikan asal Jerman itu diketahui mengajukan paten baru untuk transmisi manual yang lebih “cerdas”, dengan tujuan utama mencegah kerusakan fatal akibat kesalahan perpindahan gigi.

Selama ini, BMW menjadi salah satu produsen yang tetap setia menawarkan transmisi manual, bahkan ketika rival-rival utamanya seperti Audi dan Mercedes-Benz sudah sepenuhnya beralih ke transmisi otomatis. Tak berhenti di situ, BMW kini berupaya menyempurnakan sistem manual agar lebih aman dan tahan dari kesalahan pengemudi.

Paten yang pertama kali diungkap CarBuzz tersebut menguraikan desain transmisi manual dengan mekanisme pengunci khusus untuk mencegah kesalahan perpindahan gigi yang dikenal sebagai money shift. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika pengemudi secara tidak sengaja menurunkan gigi.

Sebagai contoh, pindah gigi empat ke gigi dua di saat kendaraan sedang melaju kencang. Dampaknya bisa fatal, mulai dari lonjakan putaran mesin hingga kerusakan serius pada mesin atau transmisi, yang berujung biaya perbaikan mahal.

Dalam dokumen patennya, BMW menjelaskan penggunaan unit pengunci yang mencakup seluruh posisi gigi. Prinsip kerjanya mirip dengan pengaman gigi mundur yang sudah umum digunakan, namun diperluas ke semua gigi.

Sistem ini dipadukan dengan sensor yang mampu membaca gigi yang dipilih serta kecepatan poros engkol mesin, seperti dilansir Carscoops, Selasa, 30 Desember. Berdasarkan data tersebut, sistem akan menentukan apakah penurunan gigi aman dilakukan.

Jika berpotensi membahayakan sistem penggerak, mekanisme akan secara fisik memblokir tuas persneling agar gigi tersebut tidak bisa diaktifkan. Dengan kata lain, transmisi akan menolak perintah pengemudi yang berisiko merusak mobil.

Langkah ini menunjukkan perhatian BMW terhadap penggunanya, termasuk mereka yang mungkin masih belajar atau kurang berpengalaman dengan transmisi manual berperforma tinggi. Sistem tersebut diharapkan dapat menjaga sensasi berkendara manual tanpa mengorbankan keandalan mekanis.

Saat ini, BMW M2, M3, dan M4 menjadi model terakhir BMW yang masih ditawarkan dengan transmisi manual, seiring berakhirnya produksi Z4 manual. Transmisi manual pada M2 diperkirakan masih akan bertahan beberapa tahun ke depan, dan besar harapan teknologi dari paten ini dapat diterapkan pada generasi baru M3 dan M4 yang tengah dikembangkan.