JAKARTA – Mercedes-Benz dalam dua hari terakhir menuai banyak kritikan di media sosial. Bukan soal desain atau teknologi digital terbarunya, melainkan keputusan strategis yang menyentuh “harga diri” industri otomotif Eropa. Pabrikan asal Jerman itu resmi mengonfirmasi penggunaan mesin hybrid hasil kolaborasi dengan Geely pada Mercedes-Benz CLA 220 Hybrid model 2026.
Kolaborasi lintas benua ini sejatinya bukan kabar baru. Mercedes-Benz sudah mengonfirmasi kerja sama tersebut sejak pertengahan tahun lalu. Namun, setelah detail spesifikasi CLA 220 Hybrid diumumkan secara resmi, reaksi publik, khususnya di media sosial—langsung memanas.
Sejumlah pengguna platform X menilai langkah Mercedes-Benz ini sebagai simbol melemahnya dominasi industri otomotif Jerman. Salah satu kritik datang dari jurnalis asal Irlandia, Chay Bowes, yang memiliki lebih dari 253 ribu pengikut.
“Dominasi industri otomotif Jerman telah mati. Mercedes memilih menggunakan mesin buatan China dari Geely pada CLA 220 Hybrid terbaru mereka,” cuitnya di platform X.
Nada serupa juga dilontarkan akun X media internasional @RT_com.
“Industri mobil Jerman menerima KEMATIAN, China mengambil alih kepemimpinan. Mercedes memilih mesin China dari Geely untuk CLA 220 Hybrid terbarunya. Ini awal dari akhir, atau memang sudah akhir?”
Cuitan-cuitan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan soal arah masa depan industri otomotif Eropa, terutama di tengah agresivitas pabrikan China dalam teknologi elektrifikasi.
BACA JUGA:

Spesifikasi Mercedes-Benz CLA 220 Hybrid Terbaru
Di balik kontroversi tersebut, Mercedes-Benz CLA 220 Hybrid 2026 hadir dengan teknologi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sedan ini mengandalkan mesin bensin empat silinder 1.5 turbo berkode M252, hasil pengembangan bersama Geely dan tergabung dalam keluarga mesin FAME.
Mesin tersebut diproduksi sepenuhnya di China dan mengusung teknologi Miller cycle untuk meningkatkan efisiensi termal serta menekan konsumsi bahan bakar. Sistem hybrid 48V menjadi sorotan utama, terintegrasi langsung dengan transmisi 8F-eDCT.
Mercedes juga menyematkan motor listrik bertenaga 30 hp yang memungkinkan mobil melaju dalam mode listrik murni pada kondisi tertentu. Sistem ini sanggup melakukan regenerasi energi hingga 25 kW melalui delapan gigi pada poros penggerak depan, memastikan efisiensi tetap optimal bahkan di kecepatan tinggi.
Secara performa, kombinasi mesin bensin bertenaga 188 hp dan motor listrik menghasilkan tenaga total 208 hp dengan torsi puncak 380 Nm. Dengan penggerak roda depan, CLA 220 Hybrid mampu berakselerasi dari 0–60 mph (96 km/jam) dalam waktu 7,1 detik.
Untuk kenyamanan, Mercedes meningkatkan peredaman kabin melalui penggunaan partisi lapis ganda serta material kedap suara tambahan pada pilar A dan lantai, sehingga kabin terasa lebih senyap.
Desain dan Teknologi Interior

Dari sisi desain, CLA 220 Hybrid tetap mempertahankan identitas visual keluarga mobil listrik Mercedes. Gril bercahaya dengan emblem bintang krom menjadi pusat perhatian, sementara motif bintang khas Mercedes juga diaplikasikan pada lampu depan dan belakang yang dihubungkan oleh running light memanjang.
Dimensi bodinya sedikit membesar dibanding generasi sebelumnya, memberikan ruang kabin lebih lega serta kapasitas bagasi mencapai 405 liter.
Masuk ke interior, sedan ini sudah dibekali sistem operasi terbaru MB.OS dan MBUX generasi keempat. Sistem infotainment tersebut mengintegrasikan kecerdasan buatan dari Google dan Microsoft, termasuk navigasi berbasis Google Maps yang ditampilkan melalui MBUX Superscreen.
Panel futuristik ini menggabungkan tiga layar sekaligus, yakni layar instrumen digital 10,25 inci, layar utama 14 inci di tengah, serta layar khusus penumpang depan berukuran 14 inci—menegaskan arah Mercedes-Benz menuju pengalaman berkendara yang semakin digital dan terhubung.