JAKARTA – Rivian menarik kembali hampir 35.000 kendaraan listrik yang dijual di Amerika Serikat karena potensi masalah pada kabel pretensioner sabuk pengaman pengemudi. Namun, penarikan ini tidak mencakup SUV R1S maupun truk pikap R1T.
Mengutip InsideEVs, Kamis, 4 Desember, seluruh populasi kendaraan yang terdampak merupakan van komersial listrik milik perusahaan, dengan total 34.824 unit. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen yang diserahkan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).
Masalah ini terjadi karena pretensioner sabuk pengaman di sisi pengemudi berpotensi rusak akibat penyalahgunaan berulang. Rivian menjelaskan, kerusakan biasanya disebabkan pengemudi yang duduk di atas sabuk pengaman saat sabuk tersebut masih terpasang.
Mayoritas van komersial Rivian merupakan bagian dari armada pengiriman Amazon, sehingga perilaku tersebut dinilai mudah terjadi, meski tidak legal. Pengemudi pengiriman sering kali harus keluar-masuk kendaraan puluhan kali dalam satu shift, sehingga kemungkinan mereka membiarkan sabuk tetap terpasang agar bisa bergerak lebih cepat, sekaligus menonaktifkan suara peringatan sabuk pengaman.
Untuk mengatasi masalah ini, Rivian akan memeriksa rakitan pretensioner sabuk pengaman pada van yang terdampak dan menggantinya jika diperlukan.
Selain itu, perusahaan telah merilis pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) yang memungkinkan sistem mendeteksi penyalahgunaan sabuk pengaman secara otomatis, guna meminimalkan risiko kerusakan komponen tersebut.
BACA JUGA:
Rivian menyatakan tidak mengetahui adanya kecelakaan maupun cedera yang terkait dengan masalah ini.
Sebagai informasi, van komersial Rivian mulai diproduksi pada 2021 sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amazon. Rivian berkomitmen mengirimkan 100.000 kendaraan pengiriman listrik hingga 2030, dan lebih dari 20.000 unit telah diserahkan kepada raksasa e-commerce tersebut.
Perjanjian eksklusivitas antara kedua perusahaan berakhir pada 2023, setelah Rivian mengumumkan bahwa bisnis mana pun di AS kini dapat membeli van listriknya, meski target pengiriman tetap dipertahankan.
Hingga saat ini, Van Pengiriman Listrik Rivian (EDV) atau van komersial Rivian (RCV) tetap menunjukkan performa yang kuat, didorong oleh kemitraan dengan Amazon. Tahun lalu, kendaraan komersial bertenaga baterai Rivian terjual paling banyak dibanding para pesaingnya, dan data dari Cox Automotive menunjukkan tren serupa kemungkinan berlanjut tahun ini.