Bagikan:

JAKARTA - Maruti Suzuki mengumumkan penarikan kembali atau recall model Grand Vitara yang diproduksi mulai 9 Desember 2024 dan 29 April 2025.

Laporan dari Rushlane, dikutip Senin, 17 November, mengungkapkan total ada 39.506 unit Grand Vitara yang terdampak, terkait adanya potensi masalah dengan indikator tingkat bahan bakar dan lampu peringatan di kluster instrumen.

Menurut Maruti Suzuki, kendaraan yang terkena dampak mungkin memiliki komponen rakitan speedometer yang tidak secara akurat menampilkan status bahan bakar, yang dapat menyesatkan pengemudi mengenai bahan bakar yang tersedia.

Meskipun Maruti belum melaporkan insiden apa pun yang timbul dari masalah ini, penarikan telah dimulai sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan dan kepercayaan pelanggan.

Maruti Suzuki mengonfirmasi bahwa pemilik unit Grand Vitara yang terkena dampak akan dihubungi langsung oleh bengkel dealer resmi, untuk menangani masalah di atas agar dapat kembali berfungsi maksimal.

Pelanggan Suzuki Grand Vitara akan diminta untuk membawa kendaraan mereka untuk diperiksa, dan jika diperlukan, bagian yang rusak akan diganti tanpa biaya, terlepas dari status garansi.

Penarikan tersebut menggarisbawahi fokus Maruti Suzuki yang sedang berlangsung pada keselamatan kendaraan dan manajemen kualitas yang proaktif.

Grand Vitara, salah satu SUV premium terlaris perusahaan, diproduksi di pabrik Toyota Kirloskar Motor dan dijual melalui jaringan Nexa. Pemilik yang mencurigai kendaraan mereka mungkin merupakan bagian dari penarikan juga dapat menghubungi pusat layanan Nexa terdekat untuk konfirmasi dan bantuan lebih lanjut.

Di India sendiri, Grand Vitara telah menjadi salah satu pemain terkuat Maruti Suzuki di segmen SUV ukuran menengah sejak diluncurkan. Selama enam bulan terakhir, SUV secara konsisten tetap berada di antara penjual teratas dalam kategorinya, sering kali berkontribusi secara signifikan terhadap volume SUV bulanan Maruti.