Bagikan:

JAKARTA – Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL, berencana meningkatkan jumlah stasiun pertukaran baterai (swap station) hingga 1,5 kali lipat tahun depan, setelah mendekati target tahunannya pada 2025.

Mengutip CarNewsChina, Rabu, 22 Oktober, raksasa baterai asal China itu menargetkan mengoperasikan lebih dari 2.500 stasiun pertukaran baterai di lebih dari 120 kota pada tahun 2026.

Anak perusahaannya, Contemporary Amperex Energy Service Technology (CAES), terus mempercepat pembangunan jaringan dengan target mencapai 1.000 stasiun swap pada akhir 2025.

CATL memiliki visi jangka panjang untuk memperluas ekosistem pertukaran baterai melalui kolaborasi strategis. Perusahaan menargetkan pengoperasian antara 10.000 hingga 30.000 stasiun swap dalam jangka waktu mendatang.

“Pada tahun 2030, pertukaran baterai, pengisian daya di rumah, dan pengisian daya umum masing-masing akan memenuhi sepertiga kebutuhan energi pemilik kendaraan listrik,” ujar CEO CATL Robin Zeng.

Sebagai informasi, CATL resmi memasuki sektor pertukaran baterai pada 18 Januari 2022 dengan meluncurkan merek EVOGO, yang dioperasikan oleh CAES. Sebelumnya, Nio menjadi pemain utama di bidang ini.

Kemudian pada 18 Desember 2024, CATL memperkenalkan paket baterai standar untuk kendaraan penumpang dalam konferensi ekosistem Choco-SEB (Swapping Electric Block), sekaligus mengumumkan rencana ekspansi infrastruktur yang lebih agresif.

Langkah tersebut diyakini akan memberikan ketenangan bagi pengguna kendaraan listrik, karena proses penggantian baterai hanya memerlukan waktu kurang dari dua menit — jauh lebih cepat dibandingkan pengisian daya konvensional.