Bagikan:

JAKARTA - Lamborghini secara resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk tidak terburu-buru masuk ke pasar mobil listrik penuh (EV). Pabrikan supercar asal Italia itu memilih untuk fokus mengembangkan teknologi plug-in hybrid (PHEV) sebagai solusi jangka menengah menuju era elektrifikasi.

Keputusan ini disampaikan oleh Chief Executive Officer Lamborghini, Stephan Winkelmann, dalam wawancara dengan Auto Express. Menurut Winkelmann, perkembangan kendaraan listrik tidak sepesat yang diperkirakan beberapa tahun lalu.

“Permintaan mobil listrik stagnan. Beberapa waktu lalu, adopsinya terlihat menjanjikan, tetapi sekarang kurva pertumbuhannya mulai melandai. Kondisi tersebut membuat Lamborghini perlu menyesuaikan arah bisnis agar tetap relevan dengan keinginan konsumen di segmen mobil mewah," ucap Winkelman, dikutip Sabtu, 11 Oktober.

Salah satu proyek yang terdampak adalah Lamborghini Lanzador, model konsep yang awalnya direncanakan sebagai mobil listrik murni. Pabrikan kini tengah meninjau ulang proyek tersebut dan mempertimbangkan untuk memproduksinya sebagai PHEV, dan putusan final mengenai hal ini dikabarkan akan diambil pada tahun ini.

Meski industri otomotif global terus bergerak menuju elektrifikasi penuh, Lamborghini justru memilih jalur berbeda. Winkelmann menegaskan bahwa mesin V12 legendaris akan tetap menjadi bagian dari identitas merek hingga setelah tahun 2030.

Selain itu, model SUV Urus generasi terbaru juga akan hadir dengan sistem penggerak PHEV, bukan EV penuh, dan dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade ini. Langkah ini bukan tanpa pertimbangan.

Lamborghini menilai bahwa teknologi PHEV saat ini menawarkan keseimbangan ideal antara performa khas supercar dan efisiensi emisi karbon. “Kami harus bergerak secara analitis mempertimbangkan berat tambahan, biaya, dan kompleksitas sistem hybrid, sekaligus memastikan pengalaman berkendara yang tetap emosional,” kata Winkelmann.

Selain faktor teknis, keputusan ini juga mempertimbangkan citra dan aspirasi merek. Menurut Winkelmann, banyak penggemar Lamborghini yang tidak memiliki mobilnya, tetapi tetap menjadi bagian penting dari komunitas global.

“Kami harus menjaga semangat merek bagi semua penggemar, bukan hanya pembelinya,” ucapnya.

Perubahan strategi ini diprediksi akan berpengaruh terhadap struktur biaya dan harga jual model baru Lamborghini di masa depan. Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai kisaran harga model PHEV terbaru yang akan dirilis.