JAKARTA – Raksasa kendaraan energi baru (NEV) asal China BYD mengumumkan pencapaian monumental dalam strategi ekspansi global dengan selesainya perakitan armada kapal pengangkut mobil mereka, BYD Jinan.
Jadi tak hanya produsen mobil, diketahui BYD juga memproduksi sejumlah kapal pengangkutnya sendiri untuk menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga dan memastikan efisiensi logistik.
Dilansir dari CnEvPost, Senin, 29 September, dengan resmi memasuki layanan, kedelapan kapal kargo BYD kini sepenuhnya beroperasi, memberi perusahaan kapasitas ekspor tahunan yang melebihi satu juta kendaraan.
Pengoperasian kapal kedelapan ini, yang dinamai dari kota basis produksi utama di provinsi Shandong, menandai titik penutup untuk ekspansi armada BYD dalam waktu dekat. Perusahaan mengisyaratkan bahwa dengan kekuatan penuh ini, armada maritim mereka telah sepenuhnya dirakit, sebuah langkah yang secara signifikan mempercepat internasionalisasi mobil-mobil China.
BACA JUGA:
Armada yang kini lengkap ini terdiri dari delapan kapal, dengan nama-nama yang diambil dari basis manufaktur BYD (kecuali kapal pertama, BYD Explorer No.1). Kapal-kapal ini mayoritas mampu mengangkut 7.000 hingga 9.200 unit mobil dalam sekali pelayaran. Sebagai contoh, BYD Zhengzhou yang berkapasitas 7.000 kendaraan baru saja diresmikan pada bulan Juli lalu.
Strategi ini krusial mengingat lonjakan pesat penjualan internasional BYD. Pada Agustus 2025 saja, BYD berhasil menjual 80.813 kendaraan di luar negeri, mencerminkan peningkatan masif 156,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, penjualan NEV ekspor BYD dari Januari hingga Agustus telah mencapai lebih dari 625.000 unit. Kapasitas armada satu juta unit per tahun ini memastikan BYD mampu menopang pertumbuhan eksplosif tersebut tanpa terkendala masalah rantai pasok maritim global.