Bagikan:

JAKARTA – Raksasa otomotif Jepang Nissan mengalami kemunduran signifikan dengan tersingkir dari daftar 10 besar penjual mobil global pada paruh pertama tahun 2025. Menurut laporan Nikkei Asia, dikutip Selasa, 26 Agustus, Nissan telah digeser oleh merek-merek seperti BYD, Geely, dan Suzuki, menyusul tantangan berat yang dihadapi perusahaan ini di pasar kunci seperti China dan Amerika Serikat.

Nissan, yang pernah menjadi salah satu pemimpin industri otomotif, menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di dua pasar terbesarnya. Di China, permintaan untuk kendaraan berbahan bakar konvensional terus menurun, sementara persaingan ketat dari merek lokal seperti BYD, yang mendominasi pasar kendaraan listrik (EV) dan hybrid, semakin memperburuk posisi Nissan.

Penjualan BYD melonjak 33 persen menjadi 2,14 juta kendaraan, menggesernya dari posisi ke-10 pada paruh pertama tahun lalu ke posisi ketujuh tahun ini. Geely, produsen mobil terbesar kedua di China, naik dari posisi ke-11 ke posisi kedelapan. Ini menandai pertama kalinya kedua perusahaan tersebut menyalip Nissan pada paruh pertama tahun ini.

Bahkan, Suzuki yang juga dari Jepang menjual 1,63 juta unit kendaraan, melampaui Nissan dengan selisih 20.000 unit kendaraan dan menempati posisi ke-10. Dan ini adalah pertama kalinya sejak 2004 Suzuki melampaui Nissan.

Di Amerika Serikat, Nissan juga menghadapi tekanan akibat tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump, yang memengaruhi daya saing harga produk mereka. Selain itu, keputusan Mercedes-Benz untuk menjual sahamnya sebesar 3,8 persen di Nissan, yang dipegang melalui dana pensiun, turut menambah tekanan pada harga saham perusahaan.

Nissan pun tampaknya telah berupaya menghadapi tantangan ini, dengan mempercepat pengembangan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) melalui kemitraan dengan Dongfeng di China.

Selain itu, perusahaan berencana menutup tujuh dari 17 pabrik globalnya, termasuk pabrik bersejarah di Oppama, Jepang, setelah mencatatkan kerugian sebesar5,26 miliar dolar AS pada tahun fiskal sebelumnya.

Sementara di Jepang, Nissan berencana meluncurkan Leaf yang sepenuhnya didesain ulang di Jepang akhir tahun ini, perubahan model penuh pertamanya dalam delapan tahun.