JAKARTA - Setelah resmi meluncur pada bulan April lalu, Tesla diam-diam menghentikan Cybertruck versi termurahnya atau varian RWD yang dibanderol di harga 70.000 dollar AS atau kisaran Rp1,2 miliaran.
Berdasarkan laporan dari InsideEV’s, dikutip Selasa, 16 September, Tesla diam-diam telah menghentikan penjualan bahkan produksi dan menghapus jejak keberadaannya dari situs webnya. Atas penghentian produksinya yang sangat cepat ini, dipastikan bahwa model RWD terjual lebih buruk daripada dua versi lainnya.
Kini, Cybertruck entry level hadir dalam versi berpenggerak semua roda (AWD). Meskipun model AWD secara teknis memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan pajak setidaknya untuk beberapa minggu ke depan, langkah ini kemungkinan tidak akan membantu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Tampaknya, Tesla menyadari bahwa menjual Cybertruck "murah" mirip seperti menjual kapal pesiar murah, alias tidak pengaruhi penjualan perusahaan.
BACA JUGA:
Jika dilihat spesifikasinya demi penyesuaian harga, Cybertruck RWD memang mendapatkan beberapa penyesuaian. Dari membuang motor depan, mengorbankan kemampuan daya angkut dan penarik, bahkan akselerasinya lebih lambat. Suspensi udara juga dihilangkan, dan menggunakan pelek 18 inci dibandingkan dengan pelek standar 20 inci pada AWD. Pengorbanan juga dilakukan pada interior, kursinya tidak berventilasi dan dilapisi kain, jumlah speaker berkurang setengahnya serta kehilangan kaca spion belakang.
Cybertruck sendiri belum sepenuhnya mencapai kesuksesan yang diharapkan Tesla. Hal ini bisa jadi karena Tesla gagal memenuhi target harga dan performa yang dijanjikan.