Bagikan:

JAKARTA – Popularitas mobil listrik di Indonesia terus melesat seiring bertambahnya pilihan model dan harga yang semakin terjangkau. Tren ini bukan hanya berdampak pada pasar mobil baru, tetapi juga ikut menggerakkan pasar mobil bekas.

Chief Operating Officer Focus Motor Group Azka, menuturkan bahwa permintaan mobil listrik bekas semakin tinggi. Namun, ia tak menampik adanya depresiasi harga yang cukup signifikan.

“Mobil listrik memang laku di sini, tapi depresiasinya lumayan besar. Bisa mencapai 40–50 persen dari harga barunya. Kami juga menyesuaikan dengan diskon yang diberikan ATPM,” ujarnya saat ditemui di Serpong, Tangerang, Rabu, 28 Agustus.

Menariknya, depresiasi justru menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Harga mobil listrik bekas yang jauh lebih terjangkau membuat stok cepat habis diburu pembeli.

“Contohnya, dua bulan lalu kami punya hampir 100 unit BYD Seal, dan semuanya habis terjual karena harganya sangat menarik,” tambahnya.

Meski begitu, Focus Motor tetap berhati-hati dalam menentukan harga. Pasalnya, pabrikan kini makin agresif menghadirkan mobil listrik baru dengan banderol kompetitif.

“Kalau ada merek yang menurunkan harga, otomatis kami ikut menyesuaikan,” jelas Azka.

Secara umum, Focus Motor mencatat tren penjualan mobil listrik bekas terus menanjak, meski tidak merinci jumlah unit yang berhasil dilepas. Menariknya, konsumen juga tak perlu khawatir soal garansi, khususnya baterai yang menjadi komponen vital pada kendaraan listrik.

“Garansi baterai dari pabrikan tetap berlaku selama tidak balik nama. Tapi untuk konsumen yang balik nama, kami juga memberikan garansi baterai selama satu tahun,” pungkasnya.