JAKARTA - Pengembangan mobil baru, terutama di era teknologi yang terus berubah seperti saat ini (mobil listrik, self-driving, dll.), membutuhkan biaya Riset dan Pengembangan (R&D) yang sangat besar. Alhasil, kolaborasi antara merek-merek besar di dunia otomotif semakin sering terjadi, terutama dalam beberapa dekade terakhir.
Kini sebuah laporan terbaru mengisyaratkan bahwa model-model Mercedes-Benz di masa depan berpotensi menggunakan mesin-mesin dari rival abadi mereka, BMW, jika perbincangan yang sedang berlangsung antara kedua raksasa otomotif Jerman ini berhasil.
Aliansi yang terbilang inovatif ini, jika terwujud, akan menjadi salah satu kolaborasi paling tak terduga dalam sejarah industri otomotif. Namun, ini bukanlah kali pertama dua merek yang tidak memiliki hubungan langsung bekerja sama.
BACA JUGA:
Mesin Empat Silinder BMW Jadi Incaran Awal
Meskipun perbincangan masih berjalan, belum diketahui secara pasti seberapa luas ruang lingkup kerja sama ini nantinya. Namun, menurut laporan dari majalah Jerman, Manager Magazin, diteruskan oleh Autoblog, Jumat, 22 Agustus, mesin empat silinder BMW bermesin bensin B48 dan diesel B47 disebut-sebut sebagai mesin pertama yang kemungkinan akan digunakan pada model-model Mercedes.
Menurut laporan tersebut, CEO Mercedes, Ola Källenius, telah membahas kemungkinan ini dengan CEO BMW, Oliver Zipse, hampir setahun yang lalu. Jika semuanya berjalan lancar, BMW dapat mulai memasok mesin ke Mercedes paling cepat pada tahun 2027. Bahkan, produksi bersama di Amerika Serikat juga sedang dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya tarif.
Saat ini, belum jelas model Mercedes mana yang akan menggunakan mesin ini. Namun, mesin turbo B48 sendiri telah digunakan di berbagai model BMW, mulai dari Seri 1 hingga X3. Dengan performa yang ditawarkannya, mesin ini sangat cocok untuk model-model Mercedes yang lebih kecil, seperti A-Class dan GLA. Sulit membayangkan bahwa mesin-mesin berperforma tinggi milik BMW, seperti mesin enam silinder S58 yang digunakan pada BMW M3, akan dibagikan dengan Mercedes.
Potensi kesepakatan ini akan sangat membantu Mercedes, terutama saat mereka memperlambat laju adopsi kendaraan listrik (EV) secara massal. Di sisi lain, kolaborasi ini juga akan memberikan penghematan biaya yang signifikan bagi kedua merek.
Selain itu, Mercedes juga membutuhkan lebih banyak mesin untuk generasi baru mobil plug-in hybrid (PHEV) mereka, dan mesin B48 dapat menjadi fondasi yang kuat untuk powertrain semacam itu.