JAKARTA – Neta Auto, salah satu merek kendaraan listrik asal Tiongkok yang berdiri sejak 2014 di bawah naungan Hozon New Energy Auto, kini tengah menghadapi masa sulit.
Dilansir dari Carnewschina, Selasa, 13 Mei, krisis yang melanda Neta mulai terasa sejak pertengahan 2024. Produksi mobil sempat dihentikan, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, dan perusahaan terus berjuang mencari suntikan dana dari pihak eksternal demi bertahan hidup.
Di tengah kondisi tersebut, muncul kabar mengejutkan dari Kuai Technology yang menyebutkan bahwa Toyota, raksasa otomotif asal Jepang, sedang mengevaluasi kemungkinan mengakuisisi Neta Auto. Jika benar terjadi, langkah ini bisa menjadi strategi Toyota untuk memperkuat pijakannya di pasar kendaraan listrik Tiongkok, sekaligus memberi napas baru bagi Neta yang tengah terpuruk.
Meski demikian, rumor ini belum mendapat konfirmasi resmi. Bahkan, Direktur Komunikasi Merek Toyota China, Xu Yiming, secara tegas membantah kabar tersebut.
"Kami belum mendengar apapun tentang ini (akuisisi Neta Auto)," ujarnya.
BACA JUGA:
Kiprah Neta di Indonesia
Meski di negeri asalnya sedang mengalami guncangan, Neta justru terus mengembangkan sayapnya di Indonesia. Merek ini resmi hadir pada 2023 melalui peluncuran model Neta V. Setahun berselang, Neta menghadirkan versi facelift-nya yang diberi nama Neta V-II.
Tak berhenti di situ, Neta juga meluncurkan SUV terbaru mereka, Neta X, yang sukses mencuri perhatian berkat desainnya yang minimalis namun tetap modern. Soal harga, Neta V-II dibanderol di kisaran Rp200 jutaan, sementara Neta X berada di angka Rp428 jutaan.
Kini, publik menanti arah langkah Neta ke depan—apakah mampu bangkit dari keterpurukan global, atau justru bertransformasi lewat kerja sama dengan raksasa otomotif dunia.