JAKARTA - Diketahui, Stellantis telah mendirikan usaha patungan bersama Leapmotor dalam membangun perusahaan Leapmotor International B.V, sebagai upayanya dalam menghadirkan kendaraan listrik terjangkau di pasar global.
Leapmotor akan memanfaatkan kemampuan dari Stellantis dalam memperluas jaringan global, mulai dari mendirikan pabrik perakitan mobil hingga layanan pendukung penjualan. Namun, perluasan pasar untuk merek ini mengalami kendala.
Dilaporkan Carscoops, Jumat, 11 April, pabrik Stellantis di Tychy, Polandia yang berperan dalam membangun mobil listrik T03 di Eropa, telah berhenti produksi secara tiba-tiba 30 Maret lalu.
Stellantis belum mengungkapkan secara resmi penyebabnya, namun sumber anonim mengatakan perusahaan sudah tidak memiliki rencana untuk melanjutkan produksi dari mobil listrik kecil ini di benua biru.
Tentu ini merupakan kabar kurang baik bagi Stellantis maupun Leapmotor, mengingat sebelumnya perusahaan membatalkan rencananya untuk membangun pabrik EV keduanya di negara yang sama.
Bila produk yang dihadirkan adalah impor dari China, maka perusahaan harus menanggung tarif sebesar 21 persen yang telah diberlakukan untuk Uni Eropa (UE).
BACA JUGA:
Meskipun produksinya dihentikan, Stellantis menegaskan tidak akan menarik diri dari investasi Leapmotor. Perusahaan tetap akan mempertimbangkan sejumlah opsi agar bisa bersaing di wilayah Eropa.
Kabar sebelumnya ialah Stellantis berencana untuk membangun pabrik di Spanyol dan akan menggelontorkan investasi sebesar 200 juta dolar AS untuk tempat perakitan ini.
Langkah ini diambil oleh perusahaan setelah Spanyol memutuskan untuk mengundurkan diri dari pemungutan suara tarif UE, sehingga menjadikan negara ini lebih layak secara politis untuk produksi mobil masa depannya.
Rencananya, lini perakitan tersebut akan memproduksi salah satu model listrik bernama B10 yang akan dipasarkan di Eropa mulai tahun 2026.